NEW YORK. Kemarin malam, kontrak harga minyak dunia kembali menanjak naik. Dengan demikian, kenaikan harga minyak sudah terjadi selama tiga hari berturut-turut. Salah satu penyebab kenaikan harga minyak adalah data fundamental di AS seperti tingkat kepercayaan konsumen yang lebih baik ketimbang prediksi serta data industri yang meningkat.
"Data yang dirilis menunjukkan perekonomian AS mengalami rebound besar. Perekonomian global saat ini masih dalam proses pemulihan seiring lonjakan harga minyak dunia," jelas Jason Schenker, president of Prestige Economics.
Catatan saja, kontrak harga minyak untuk pengantaran Mei naik US$ 1,55 sehingga bertengger di posisi US$ 109,66 per barel di New York Mercantile Exchange. Harga minyak sudah naik 28% dibanding tahun lalu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar