NEW YORK. Harga emas dan perak kembali mencatatkan sejarah baru. Penyebabnya, beredar spekulasi kalau China akan membeli emas untuk melakukan diversifikasi cadangan mata uang asingnya.
Menurut majalah Century Weekly, China saat ini berencana untuk menggelontorkan dana yang akan diinvestasikan di sektor energi dan logam mulia.
"Investor memprediksi China akan menjadi pembeli utama enas. Lonjakan harga emas juga mendorong harga perak. Kita melihat adanya reli terhadap harga perak, namun kita tidak bisa mengetahui sampai kapan bubble ini akan pecah," urai Adam Klopfenstein, senior strategist Lind-Waldock di Chicago.
Di pasar Comex New York, tadi malam kontrak harga emas untuk pengantaran Juni naik US$ 5,30 atau 0,4% menjadi US$ 1.509,10. Sebelumnya, kontrak yang sama sempat menembus rekor tertinggi di level US$ 1.519,20 per troy ounce. Sedangkan harga spot emas naik sebesar 0,8%.
Untuk kontrak harga perak di Comex, New York, untuk pengantaran Juli naik US$ 1,096 atau 2,4% menjadi US$ 47,173 pada pukul 13.59 waktu New York. Sebelumnya, kontrak yang sama sempat naik 8,2% menjadi US$ 49,845 per troy ounce.
Memang, saat ini harga komoditas terus mencapai harga tertinggi sejak 2008, yang sebagian besar disebabkan oleh permintaan tinggi sebagai lindung nilai inflasi.
Menurut majalah Century Weekly, China saat ini berencana untuk menggelontorkan dana yang akan diinvestasikan di sektor energi dan logam mulia.
"Investor memprediksi China akan menjadi pembeli utama enas. Lonjakan harga emas juga mendorong harga perak. Kita melihat adanya reli terhadap harga perak, namun kita tidak bisa mengetahui sampai kapan bubble ini akan pecah," urai Adam Klopfenstein, senior strategist Lind-Waldock di Chicago.
Di pasar Comex New York, tadi malam kontrak harga emas untuk pengantaran Juni naik US$ 5,30 atau 0,4% menjadi US$ 1.509,10. Sebelumnya, kontrak yang sama sempat menembus rekor tertinggi di level US$ 1.519,20 per troy ounce. Sedangkan harga spot emas naik sebesar 0,8%.
Untuk kontrak harga perak di Comex, New York, untuk pengantaran Juli naik US$ 1,096 atau 2,4% menjadi US$ 47,173 pada pukul 13.59 waktu New York. Sebelumnya, kontrak yang sama sempat naik 8,2% menjadi US$ 49,845 per troy ounce.
Memang, saat ini harga komoditas terus mencapai harga tertinggi sejak 2008, yang sebagian besar disebabkan oleh permintaan tinggi sebagai lindung nilai inflasi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar