Rabu, 30 Maret 2011

Untuk pertama kalinya, laba JSMR tembus Rp 1 triliun di 2010

JAKARTA. Laba bersih PT Jasa Marga Tbk (JSMR) tahun 2010 naik 20,23% menjadi Rp 1,193 triliun dibandingkan 2009. Pencapaian ini merupakan kali pertama bagi JSMR menembus laba di kisaran angka satu triliunan.


Peningkatan laba bersih pengelola jalan tol pelat merah ini ditopang oleh peningkatan pendapatan usaha JSMR tahun lalu sebesar 18,6% menjadi Rp 4,37 triliun. Hal ini didorong oleh naiknya volume lalu lintas kendaraan sebanyak 4,41% dibandingkan 2009 atau mencapai 957,89 juta kendaraan.

Sementara itu per akhir tahun 2010, total asset perusahaan adalah Rp 18,8 Triliun dengan ekuitas Rp 7,8 Triliun.

Direktur Utama JSMR Frans Sunito melalui keterangan persnya mengungkapkan pendapatan usaha di tahun 2011 diproyeksikan bisa meningkat sebesar 11,62% menjadi Rp 4,8 Triliun.

"Hal ini seiring dengan mulai beroperasinya jalan-jalan tol baru secara bertahap mulai tahun 2011," kata Frans, Selasa, (29/3).

Saat ini JSMR tengah mengerjakan tujuh ruas tol baru. Kesemuanya sudah mendapatkan konsesi dari pemerintah. Ketujuh ruas tol tersebut adalah Bogor Ring Road, Semarang-Solo, Gempol-Pasuruan, Kunciran-Cengkareng, Kunciran-Serpong, JORR W2 Utara (Ulujami-Kb.Jeruk), dan Surabaya-Mojokerto. Adapun ruas tol baru yang akan diakuisisi adalah Gempol Pandaan.

JSMR juga bekerja sama dengan PT Pelindo III, PT Angkasa Pura I dan Bali Tourism Development Corporation berencana membangun Jalan Tol Serangan-Tanjung Benoa, di Nusa Dua, Bali.

Sementara itu, untuk konstruksi Jalan Tol Jakarta Outer Ring Road (JORR) Ruas W2, JSMR masih menunggu proses pembebasan lahan yang masih dilakukan pemerintah.

"Kira-kira kami membutuhkan waktu sekitar satu tahun untuk menyelesaikan pembangunan ruas tol ini,” ujar Frans.


 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar