JAKARTA: PT Bank Rakyat Indonesia Tbk meraup laba bersih setelah pajak sebesar Rp11,47 triliun pada 2010, melonjak sebesar 56,98% jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya Rp7,31 triliun.Dirut BRI Sofyan Basir menyampaikan kenaikan laba karena ditopang oleh pertumbuhan kredit yang mencapai 20,16% dari tahun sebelumnya Rp205,52 triliun menjadi Rp246,96 triliun.
"BRI berhasil mempertahankan predikat sebagai bank dengan perolehan laba tertinggi di Indonesia sejak 2005 dan untuk pertama kali menjadi satu-satunya bank yang menembus laba dua digit," ujarnya dalam keterangan pers, siang ini.
Laba BRI lebih besar dari ekspektasi Menteri BUMN Mustafa Abubakar sebesar Rp9,5 triliun. Laba bank pelat merah yang memiliki aset terbesar kedua nasional itu jauh meninggalkan PT Bank Mandiri Tbk yang memiliki aset terbesar dengan laba 2010 Rp9,22 triliun.
BCA yang memiliki kapitalisasi pasar terbesar pun berada diurutan ketiga dalam mencetak laba, yakni sebesar Rp8,5 triliun.
BRI pada tahun lalu membukukan kenaikan aset sebesar 26,58% dibandingkan dengan 2009 sebesar Rp314,75 triliun menjadi Rp398,39 triliun. Kenaikan aset itu, menurut Sofyan, karena komitmen perseroan untuk fokus melayani segmen usaha mikro kecil dan menengah.
"Penyaluran kepada UMKM menjadi salah satu faktor penting yang mendukung pertumbuhan aset kredit BRI. Upaya pengembangan UMKM itu salah satunya dengan penyaluran KUR," katanya.
Kenaikan aset BRI juga ditopang oleh penghimpunan dana pihak ketiga sebesar 29,29% jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya Rp254,12 triliun menjadi Rp328,56 triliun. (yn)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar