NEW YORK: Harga saham di Amerika Serikat meningkat dan menjadikan indeks Standard & Poor’s 500 meraih keuntungan terbaik dalam 1 bulan terakhir.
Sementara itu, harga minyak bergerak naik setelah sektor manufaktur di Amerika Serikat dan Eropa meningkatkan spekulasi bahwa pemulihan ekonomi akan menguat, sedangkan nilai surat berharga terbitan Depkeu AS turun.
Indeks S&P 500 naik 1,1% menjadi 1.271,87 pada perdagangan pukul 16.00 waktu New York atau pukul 04.00 WIB waktu Jakarta pada hari ini. Angka itu merupakan kenaikan tertinggi sejak 2 Desember 2010.
Indeks Stoxx Europe 600 menguat 0,8% dan merupakan peningkatan terbesar sejak 21 Desember. Harga minyak naik ke posisi tertinggi selama 27 bulan terakhir dan harga baja mendekati US$4,50 per pound. 1 pound setara dengan 0,45 kilo gram.
Nilai surat berharga pemerintah AS berdurasi 10 tahun turun dan mendorong kenaikan imbal hasil sebesar 5 basis poin.
Nilai saham 10 jenis industri dalam S&P 500 naik pada hari ini setelah laporan pemerintah menunjukkan pertumbuhan manufaktur berada di posisi tercepat sejak 6 bulan terakhir dan sektor kontruksi naik untuk bulan ketika secara berturut-turut.
Sejumlah kalangan meproyeksikan pemerintah akan meluncurkan data yang menunjukkan pertumbuhan sektor jasa dan lapangan kerja pada beberapa pekan mendatang. Markit Economics, berbasis di London, meningkatkan proyeksi pertumbuhan manufaktur Eropa pada Desember.
“Kondisi saat ini adalah awal yang baik memulai tahun baru. Penguatan sektor manufaktur melengkapi data ekonomi pada 2010, dan merefleksikan keyakinan ekonomi," jelas Tom Mangan, pengelola aset senilai US$2,4 miliar sebagai Money Manager James Investment Research Inc, di Xenia, Ohio.
Pada pekan lalu, indeks S&P 500 naik 13% dibandingkan dengan angka sepanjang 2010 dan meningkat 39% dari posisi pada akhir 2008, menjadi peningkatan 2 tahunan terbesar sejak akhir 1990, di tengah sinyal percepatan pemulihan ekonomi. (esu)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar