Selasa, 04 Januari 2011

Modal asing yang masuk naik Rp3,39 triliun

JAKARTA: Modal asing yang masuk ke dalam negeri meningkat Rp3,39 triliun pada minggu terakhir Desember 2010 menyusul positifnya rilis data perekonomian global.


Hal itu terungkap dalam laporan hasil Operasi Pasar Terbuka (OPT) Bank Indonesia yang disampaikan oleh Kepala Biro Humas Bank Indonesia (BI) Difi A Johansyah lewat pesan elektronik yang diterima hari ini.
Difi mengatakan membaiknya kondisi ekonomi global dan regional menjelang akhir tahun mendorong terjadinya arus modal masuk pada aset keuangan rupiah sebesar Rp3,39 triliun. Ini terdiri dari kenaikan penanaman pada Sertifikat Bank Indonesia (SBI) sebesar Rp1 triliun, Surat Utang Negara (SUN) sebesar Rp1,04 triliun dan pembelian saham sebesar Rp1,35 triliun.
“Tekanan profit taking menjelang akhir tahun tertahan oleh positifnya rilis data perekonomian global yang mendorong investor untuk kembali meningkatkan penempatan,” kata Difi.
Sebelumnya pada minggu ketiga dan keempat Desember, investor asing melakukan aksi profit taking yang menyebabkan terjadi arus modal keluar sebanyak Rp 3,26 triliun (minggu III) dan Rp1,10 triliun (minggu IV).
Difi menjelaskan capital inflow pada minggu terakhir menyebabkan peningkatan kepemilikan asing terhadap SBI dan SUN. Posisi SBI yang dimiliki asing menjadi Rp54,93 triliun atau meningkat 0,5% dari minggu sebelumnya. Sedangkan pada SUN, porsi kepemilikan asing meningkat 0,21% menjadi 31,01%.
“Di pasar saham, pangsa transaksi asing mencapai sebesar 29,72% dari total transaksi saham. Ini menurun dari pekan sebelumnya yang mencapai  43,08%,” kata Difi.
Selama 2010, tuturnya, aliran masuk dana asing mencapai Rp119,5 triliun (net). Aliran dana asing masuk di semua aset, dengan peningkatan terbesar pada SBN. “Hal ini didorong oleh optimisme pertumbuhan domestik, yield yang menarik dan sentimen positif pasar global,” jelas dia. (api)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar