Senin, 03 Januari 2011

Menguat 11,8%, ringgit Malaysia menjadi best performer di Asia

SINGAPURA. Mata uang Asia menggenapkan penguatan terbesarnya sejak 2006 lalu. Penyebabnya, kawasan Asia memimpin pertumbuhan ekonomi dunia dengan menarik minat investor melalui suku bunga tinggi.


Asal tahu saja, Bloomberg-JP Morgan Asia Dollar Index naik 5,2% di sepanjang 2010 seiring masuknya arus dana asing dengan total nilai US$ 63,4 miliar ke beberapa pasar saham Asia. Sebut saja India, Indonesia, Filipina, Korea Selatan, Taiwan, dan Thailand. Sebelumnya, Badan Moneter Internasional (IMF) meramal, negara-negara berkembang di Asia akan tumbuh 9,4% di 2010 versus pertumbuhan 2,7% di negara maju.

"Kombinasi antara tingginya pertumbuhan ekonomi dengan kenaikan suku bunga menarik arus dana asing masuk ke kawasan regional. Selain itu, mata uang Asia memiliki fundamental yang sangat kuat dan China masih akan membiarkan apresiasi mata uangnya tahun depan. Mata uang Asia lain akan mengikutinya," papar David Cohen, ekonom Action Economics Ltd di Singapura.

Catatan saja, sepanjang tahun lalu, ringgit Malaysia memimpin penguatan di Asia tahun lalu dengan menguat 11,8% menjadi 3,06385 per dollar. Ini merupakan performa terbaik ringgit sejak 1973.
   

Tidak ada komentar:

Posting Komentar