Senin, 03 Januari 2011

Harga minyak dunia berpotensi gagalkan pertumbuhan ekonomi

JAKARTA: Pemerintah mewaspadai kenaikan harga minyak dunia, karena dinilai berpotensi menggagalkan pencapaian sasaran pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan rakyat pada tahun ini.


Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengatakan pemerintah menetapkan target pertumbuhan ekonomi sebesar  6,4% pada tahun ini. Inflasi terkelola pada level 5,3%, tingkat pengangguran 7%, kemiskinan 11,5% sampai 12,5%.

“Pergerakan harga minyak menembus di atas US$90 per barel. Hal itu bisa memengaruhi pencapaian sasaran [pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan] pada tahun ini,” kata Presiden Yudhoyono saat memberi sambutan setelah membuka perdagangan Bursa Efek Indonesia, hari ini.

Dia menuturkan Indonesia berhasil melalui krisis ekonomi global pada 2008, pertumbuhan ekonomi terus meningkat hingga 2010, dan diharapkan menjadi lebih baik pada tahun ini.

Namun, kondisi di dalam negeri juga bisa dipengaruhi oleh situasi di tingkat dunia yang bisa menggagalkan pencapaian sasaran pertumbuhan ekonomi, a.l. pergerakan kembali harga minyak dunia dan kemungkinan krisis baru di tingkat global.

Selain itu, pemerintah juga mewaspadai inflasi bidang pangan, menyusul harga komoditas pangan di tingkat dunia yang merangkak naik akibat perubahan iklim, bencana alam, wabah penyakit dan kerusuhan
sosial.

Presiden Yudhoyono juga menyoroti faktor belanja pemerintah yang sudah ditetapkan di tingkat pusat,provinsi, kabupaten dan kota.

Apabila anggaran belanja pemerintah tidak dijalankan dengan benar atau lambat, hal itu dinilai berpotensi menganggu kontribusi pemerintah.

Kolaborasi antara pemerintah, DPR, pemerintah daerah, dan dunia usaha serta semua elemen juga diharapkan berjalan dengan baik. (spr)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar