Minggu, 17 Oktober 2010

Gita Wirjawan jualan ke Inggris 18-20 Oktober

Oleh: M. Yunan Hilmi
LONDON: Kepala BKPM Gita Wirjawan dijadwalkan bertemu dengan sejumlah pejabat pemerintah dan pengusaha Inggris dalam kunjungannya ke negara itu pada 18-20 Oktober.

Dalam panduan kunjungan kerja kepala BKPM ke London, Inggris disebutkan pada Senin, 18 Oktober, Gita akan bertemu dengan Minister of State of Energy & Climate Change Charles Henry dan Stephen O\'Brien yaitu Minister of Departement of International Development.

Pada hari yang sama, petinggi BKPM ini CEO Rio Tinto Andrew Harding bertempat di Intercontinental Hotel. Pejabat lain yang akan berbincang dengan Gita yaitu Jeremy Brown, Minister of South East Asia.

Gita juga berkesempatan berdiskusi dengan beberapa pimpinan media kenamaan di antaranya Martin Wolf dari The Financial Times. Diskusi terbuka juga digelar dengan kelompok mahasiswa yang study di Inggris.

Pada Selasa, kepala BKPM dijadwalkan Head of Global Economic Research Goldman Sachs Jim O\'Neil. Selanjutnya bertemu dengan petinggi dari Sagitta Asset Management Limited, Louis Vuitton Moet-Hennesy, dan Advisory Board og Philips de Pury Luxembourg.

Pada hari kedua itu, Gita menyediakan waktu untuk wawancara dengan Bloomberg, The Economist, dan harian bisnis berbahasa Jerman Handelsbatt.

Kunjungan kerja yang seharusnya berakhir pada 19 Oktober ini, mundur satu hari lantaran masih ada beberapa media dan pengusaha global yang harus ditemui. Seperti Al Jazeera dan CNN.

Pengusaha yang juga akan bertemu pada Rabu pekan depan yaitu bos Pirelli Eco Technologi Spa Bruno Tronchetti Provera.

Kunjungan akan diakhiri dengan makan malam dengan CEO atau eksekutif senior dari 20 perusahaan Inggris terkemuka.

Seperti diketahui pada 9-10 Maret 2010, Sir Andrew Cahn, Chief Executive of UK Trade and Investment, berkunjung ke Indonesia untuk meningkatkan hubungan ekonomi bilateral. Kedatangannya didampingi oleh Christine Leaver (Head UK Trade & Investment\'s Emerging Market Policy Team, London), Debbie Clarke (Direktur UK Trade & Investment, Jakarta), dan beberapa pengusaha.

Kedua belah pihak waktu itu sepakat untuk terus bekerjasama dalam meningkatkan hubungan baik yang telah terjalin selama ini, dengan berpegang pada prinsip win-win relation dan mengutamakan mutual interest.

Pihak Inggris juga menyampaikan rencana beberapa investor besar Inggris untuk melakukan ekspansi mereka di Indonesia dalam waktu dekat.

Menteri Luar Negeri Inggris Jeremy Browne juga telah berkunjung ke  Jakarta pada  23 Juli  2010, Browne mengharapkan agar kerja sama kedua negara bisa lebih ditingkatkan.

Data BKPM memperlihatkan nominal GDP Inggris mencapai US$2,184 triliun dengan pendapatan per kapita US$34.800 (per 2009). Sementara jumlah populasi diperkirakan sebanyak 61 juta jiwa. (yn)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar