JAKARTA (SINDO)—PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom) akan melepas saham anak usahanya PT Parta Telekomunikasi Indonesia (Patrakom) selambatnya lambatnya pada November 2010.
Direktur Utama Telkom Rinaldi Firmansyah mengatakan, hingga saat ini ada tiga hingga lima perusahaan calon pembeli Patrakom. Sejumlah perusahaan tersebut bukan merupakan existing stakeholder. “Mereka pembeli di luar itu. Penjualan anak usaha (Patrakom), mudah-mudahan dalam 1-2 bulan ini,” kata dia di Jakarta, belum lama ini. Disingung mengenai nama calon pembeli Patrakom tersebut, dia enggan mengungkapkan.Kendati demikian, Rinaldi menyebut, perusahaan tersebut bergerak di bidang telekomunikasi dan teknologi informasi (TI).
Selanjutnya, dari sejumlah perusahaan calon pembeli Patrakom itu, hanya akan dipilih satu perusahaan. Menurut Rinaldi, proses negosiasi harga saham saat ini masih berjalan. Karena itu, dia juga enggan mematok target pencapaian pelepasan 40% saham anak usahanya tersebut. “Yang pasti pelepasan saham ini bareng dengan Elnusa. Kita 40%, Elnusa juga 40%,” ujar dia. Adapun,pelepasan saham pada anak usaha lainnya, yakni PT Citra Sari Makmur (CSM),Rinaldi menuturkan, diperkirakan akan dilakukan akhir tahun ini.
“CSM,mungkin akhir tahun ini,”imbuhnya. Vice President Public and Marketing Communication Telkom Eddy Kurnia sebelumnya mengatakan, proses penjualan saham dua anak usaha perusahaan telekomunikasi pelat merah tersebut terkendala masalah harga. “Kami ingin segera terealisasi tahun ini,namun pembelinya masih memiliki perhitungan sendiri,”ujar dia. Seperti diketahui,kepemilikan saham Telkom di Patrakom sebesar 40%, Elnusa sekitar 40%, dan Tanjung Mustika senilai 20%.
Sementara itu, kepemilikan saham Telkom di CSM sekitar 25%.Alasan pelepasan saham di dua anak usahanya tersebut lantaran bisnis yang digeluti Patrakom dan CSM sama dengan anak usaha Telkom lainnya, yakni Metra-Sat yang memberikan layanan jasa satelit. Dalam rangka pelepasan saham dua anak usahanya itu, Telkom sudah menunjuk Bahana Securities sebagai penasehat keuangan.
Terkait sinergi unit bisnisnya, Flexi dengan produk CDMA, Esia milik PT Bakrie Telecom Tbk (BTEL),dia membantah,akan dilakukan melalui mekanisme pembelian saham (rights issue) Esia. “Kalau menyerap rights issue artinya keluar duit,padahal seperti saya bilang kita tidak akan mengeluarkan duit,”ungkap dia. (jerna)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar