Sabtu, 18 September 2010

Tarif Listrik Industri Tidak Naik

JAKARTA-- Menteri Perindustrian M.S. Hidayat dan Menteri Keuangan Agus Martowardojo sepakat tidak menaikkan tarif dasar listrik (TDL) untuk industri. “Kita akan mencari alternatif lain untuk mengurangi subsidi listrik,” kata Hidayat di Kementerian Perindustrian kemarin.

Pemerintah berencana menaikkan kembali TDL pada tahun depan untuk mengurangi beban subsidi sekaligus menutupi beban biaya operasional. Hidayat melanjutkan, sebagai kompensasi atas tidak naiknya TDL untuk industri, pemerintah akan meningkatkan ketersediaan pasokan gas untuk PLN dan industri.
Untuk membahas jaminan pasokan gas di dalam negeri, Hidayat serta Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Darwin Saleh kemarin sore bertemu. Keduanya menghitung kebutuhan gas untuk industri dan PLN dalam satu tahun dan volume gas yang diperbolehkan untuk diekspor. "Ini kita mau bikin neraca dan road map-nya dulu. Harus mulai dibuat dari sekarang," kata Hidayat.
Darwin menjelaskan, pemerintah lebih mendahulukan melakukan langkah efisiensi daripada menaikkan TDL untuk industri. “Kita masih melihat adanya kemungkinan lain untuk meningkatkan efisiensi terlebih dulu,” kata Darwin saat ditemui di kantornya kemarin. Langkah efisiensi ini dilakukan untuk menekan biaya pokok produksi (BPP) PLN.
Berkenaan dengan pasokan gas ke PLN, menurut Hidayat, alokasi gas untuk ekspor terutama ke Singapura cukup tinggi. Namun Kementerian Badan Usaha Milik Negara sudah menargetkan untuk mengurangi ekspor gas ke Singapura guna menambah pasokan di dalam negeri.
Dengan pasokan gas yang terjamin, PLN bisa mengurangi beban biaya operasional, sehingga pemerintah tidak perlu menaikkan TDL. Sedangkan untuk menyalurkan kebutuhan gas bagi PLN, Hidayat mengatakan pipa gas bekas milik Petronas di jalur utara Jawa bisa dimanfaatkan.
Saat ini pasokan gas dari Conoco Phillips ke Singapura sekitar 220 juta standar metrik kaki kubik per hari. Conoco Phillips menjual gas ke PT Perusahaan Gas Negara dengan harga US$ 1,8 per million metric British thermal unit (MMBTU). Sedangkan ke Singapura dijual dengan harga US$ 12,5 per MMBTU.KARTIKA CANDRA | DANANG WIBOWO

Tidak ada komentar:

Posting Komentar