Selasa, 07 September 2010

Target defisit RAPBN 2011 masih dapat berubah

Oleh: Achmad Aris
JAKARTA: Pemerintah memberikan sinyal target defisit RAPBN 2011 yang dipatok sebesar 1,7% masih dapat berubah.

Sekretaris Menteri PPN/Sekretaris Utama Bappenas Syahrial Loetan mengatakan perubahan target defisit tersebut sangat tergantung kesepakatan antara pemerintah dan DPR.

"Saya melihat kemungkinan dan peluang itu [defisit diperlebar] masih ada. Tapi ini akan dibahas nanti didalam sidang kabinet dan di DPR," ujarnya di Jakarta pada hari ini.

Berdasarkan UU, jelasnya, batas maksimal penetapan defisit anggaran adalah 3%, sehingga target defisit dalam RAPBN 2011 juga masih bisa untuk diperlebar. Pelebaran defisit memiliki konsekuensi pada penambahan kebijakan utang luar negeri sebagai satu-satunya instrumen pembiayaan defisit.

Sepanjang defisit digunakan untuk mendorong kegiatan ekonomi dan pembangunan, jelasnya, defisit anggaran bukanlah hal buruk yang harus dihindari. Dia menerangkan kebijakan defisit anggaran merupakan suatu hal yang dinamis menyesuaikan kebutuhan pembangunan yang akan dicapai.

"Kenyataannya, selama ini [utang untuk defisit] dipersepsikan sebagai sesuatu yang harus dihindari. Adakalanya negara mengalami defisit tapi tidak menutup kemungkinan dalam kondisi tertentu anggaran negara mengalami surplus," ujarnya.

Dia mengakui saat ini pemerintah memang cenderung berhati-hati dalam menetapkan target defisit anggaran. Bukannya takut berutang, tandasnya, tetapi pemerintah berhati-hati agar tidak salah dalam mengambil kebijakan, tentunya juga dengan mempertimbangkan rasio utang.

Dalam RAPBN 2011, pemerintah hanya mematok target defisit sebesar 1,7% atau lebih rendah 0,4% dibandingkan dengan target defisit dalam APBNP 2010 sebesar 2,1%. (esu)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar