Sabtu, 18 September 2010

SBI Mulai Ditinggalkan Investor Asing

JAKARTA - Instrumen portofolio investasi jenis Sertifikat Bank Indonesia (SBI) mulai ditinggalkan investor asing. Sebagian dana dialihkan ke instrumen Surat Utang Negara (SUN) dan saham.

Kepala Biro Humas Bank Indonesia (BI) Difi A. Johansyah mengatakan, BI mencatat, sepanjang pekan pertama September ini, investor asing menjual mata uang dolar senilai USD 242 juta. Mata uang tersebut ditukarkan dengan rupiah untuk membeli aset investasi di Indonesia. "Terutama SUN (Surat Utang Negara) dan saham," ujarnya melalui e-mail yang diterima Jawa Pos kemarin (16/9). Padahal, kata Difi, pada pekan sebelumnya, investor asing justru melakukan nett beli dolar AS senilai USD 828 juta.

Menurut Difi, secara total sepanjang pekan pertama September lalu, penurunan portofolio asing pada aset rupiah turun hingga Rp 8,37 triliun. Ini terutama karena outflow atau dana keluar dari SBI yang mencapai Rp 12,2 triliun. "Ini karena terdapatnya SBI jatuh waktu dan perilaku portofolio switching pada SUN dan saham," katanya.

Dari switching atau pengalihan tersebut, lanjut Difi, portofolio asing pada SUN naik Rp 2,38 triliun dan terdapatnya nett beli saham oleh investor asing Rp 1,49 triliun. Dengan tambahan tersebut, porsi kepemilikan asing pada SUN naik dari 28,1 persen menjadi 28,6 persen, sedangkan pada SBI turun dari 19,5 persen menjadi 15,9 persen.

Rupanya, tak hanya investor asing yang menarik dana dari SBI. Difi menyebut, perbankan juga hanya menempatkan kembali 80 persen dari dana SBI yang jatuh waktu dan mengalihkan sisanya pada peranti moneter berjangka lebih pendek. "Ini dilakukan untuk memenuhi kebutuhan uang kartal dan mengantisipasi kenaikan GWM pada November 2010."

Sementara itu, terkait dengan prediksi lembaga moneter internasional (IMF) tentang Amerika Serikat (AS) yang disebut ekonominya tidak stabil, Menteri Keuangan Agus Martowardojo tidak melihat sebagai faktor penyebab keluarnya dana asing dari Indonesia atau capital outflow. (owi/c2/kim)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar