Rabu, 22 September 2010

Perdagangan Global Tumbuh 13,5%

JENEWA(SINDO) – Organisasi Perdagangan Dunia (World Trade Organization/WTO) menaikkan proyeksi pertumbuhan perdagangan global menjadi 13,5% dari semula hanya 10%.Ramalan terbaru WTO menggambarkan cepatnya ekspansi secara tahunan dalam bidang perdagangan.

“Seiring dengan cepatnya pemulihan di kancah global, perdagangan internasional sejauh ini cukup mengalir.Ini yang membuat ekonom WTO telah merevisi proyeksi tahun ini menjadi lebih tinggi,” ujar WTO dalam pernyataan resminya Senin (20/9). WTO menambahkan, kondisi ekonomi tahun ini jauh lebih baik dibanding tahun 2009 di mana perdagangan dunia melemah 12,2% akibat dampak resesi yang terjadi di hampir semua belahan dunia.

Tahun lalu,ekspor di negaranegara produsen turun drastis karena kinerja perekonomian di negara tujuan kehilangan momentum pemulihan. “Tahun ini akan menjadi tahun tercepat tumbuhnya perdagangan global sejak rekor pada 1950-an,” ujar Direktur Jenderal WTO Pascal Lamy. Sementara itu, ekonom WTO menyatakan ekspor barang jadi ke negara berkembang diperkirakan meningkat hingga 11,5% setelah anjlok 15,3% pada 2009 lalu. Proyeksi ekspor ini lebih baik dibanding ramalan sebelumnya pada Maret lalu yang hanya 7,5%.

Di seluruh dunia,pertumbuhan volume perdagangan diperkirakan terus naik setelah melihat tandatanda pemulihan di sejumlah negara. Proyeksi volume perdagangan ini lebih baik dibanding Maret lalu yang diprediksi hanya tumbuh 11%. Berdasarkan catatan WTO,meluasnya volume perdagangan secara signifikan terutama terjadi pada paruh pertama 2010. Ini ditandai dengan naiknya ekspor hingga 25% seiring dengan munculnya raksasa ekonomi baru, seperti China,India dan Brasil.

“Khusus China, pada kuartal II/2010 membukukan kenaikan ekspor sebesar 41%,sementara India naik 30%,”tulis WTO. Meski demikian,WTO memperingatkan bahwa pertumbuhan output bisa melambat pada semester II tahun ini, jika langkah-langkah yang dilakukan pemerintah untuk merangsang ekonomi gagal dijalankan dan perusahaan menurunkan persediaannya.

Akan tetapi data terbaru dari sejumlah negara masih menunjukkan adanya kenaikan ekspor pada dua bulan terakhir. Misalnya saja Taiwan yang ekspornya naik ke rekor tertinggi sebesar USD34,88 miliar pada Agustus lalu. Sementara Amerika Serikat (AS) juga melaporkan ekspor pada Juli mencapai tingkat tertinggi dalam dua tahun. Menurut Kementerian Kerja Sama Ekonomi Taiwan (MOEA), peningkatan ekspor Agustus lalu dipicu menguatnya permintaan produk elektronik sebesar 23,3% dibanding periode yang sama pada tahun 2009.

“Agustus adalah bulan paling membanggakan bagi ekspor Taiwan,” ujar Direktur Jenderal Departemen Statistik MOEA Huang Ji-shih seperti dikutip Taiwan Today. Berdasarkan data MOEA, tingkat pesanan ekspor produk elektronik yang memberikan kontribusi sebesar 24,8% dari keseluruhan ekspor Taiwan tumbuh mencapai rekor terbaru bulanan menjadi USD8,64 miliar. Sedangkan sumbangan terbesar kedua datang dari produk teknologi informasi sebesar 24,4% atau setara dengan USD8,52 miliar.

“Produk komputer, smartphone dan gadget seperti iPad memicu permintaan ekspor Taiwan,” kata Huang.Tingginya permintaan produk elektronik, kata, dia,berimbas pada keuntungan perusahaan-perusahaan lokal. Selain itu, penguatan yen dalam beberapa bulan terakhir membuat pesanan in-dustri beralih dari Jepang ke Taiwan. Sementara itu, ekspor China pada periode Januari–Agustus nilai tercatat naik 40% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Kondisi ini membuat surplus perdagangan China mencapai USD103,9 miliar.

Selama delapan bulan pertama tahun ini, nilai perdagangan China dengan Uni Eropa menguat 36,2%,dan AS naik 32%. Sedangkan nilai perdagangan China dengan negara-negara ASEAN tumbuh 47,2% dengan perincian ekspor mencapai USD88,07 miliar dan impor USD97,31 miliar.

Negara eksportir lainnya, seperti Jerman juga mengalami kenaikan ekspor sebesar 7% pada Juni lalu, yang menandakan lonjakan tertinggi sejak September 2006 lalu.Kenaikan tersebut menjadi sinyal semakin membaiknya prospek perekonomian terbesar di Eropa itu. Total ekspor Jerman pada Juni melonjak menjadi 68,5 miliar euro (USD98,6 miliar). (AFP/Rtr/yanto kusdiantono)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar