JAKARTA: Direktur Utama PT Buana Finance Tbk Soetadi Limin mengatakan wacana kenaikan suku bunga perbankan berpengaruh secara jangka panjang pada awal tahun depan bagi industri multifinance.
"Kalau secara jangka pendek saat ini tidak begitu besar pengaruhnya,tapi kalau memang naik (bunga) maka jangka panjangnya terpengaruh," katanya di Jakarta, hari ini.
Soetadi mengatakan secara umum pihaknya mendapatkan pinjaman perbankan dengan bunga yang fix. Hal itu, katanya, mendorong perseroan tidak akan segera menaikkan suku bunga kepada konsumen.
Dia mengatakan saat ini beban bunga atau cost of fund yang diperoleh pihaknya dari perbankan berada pada kisaran 11%-12%.
"Untuk kami sendiri di Buana belum akan menaikkan suku bunga ke konsumen karena kami dapat juga fix atau bunga yang tetap dari bank."
Sebelumnya, industri pembiayaan dikejutkan dengan wacana kenaikan suku bunga perbankan karena terpengaruh kebijakan giro wajib minumum.
Buana Finance merupakan salah satu perusahaan pembiayaan yang fokus pada sewa guna usaha alat berat.
Namun saat ini perseroan merencanakan memperbesar segmen pembiayaan konsumen dan sewa guna usaha atau leasing menjadi 50%-50%. (ln)
"Kalau secara jangka pendek saat ini tidak begitu besar pengaruhnya,tapi kalau memang naik (bunga) maka jangka panjangnya terpengaruh," katanya di Jakarta, hari ini.
Soetadi mengatakan secara umum pihaknya mendapatkan pinjaman perbankan dengan bunga yang fix. Hal itu, katanya, mendorong perseroan tidak akan segera menaikkan suku bunga kepada konsumen.
Dia mengatakan saat ini beban bunga atau cost of fund yang diperoleh pihaknya dari perbankan berada pada kisaran 11%-12%.
"Untuk kami sendiri di Buana belum akan menaikkan suku bunga ke konsumen karena kami dapat juga fix atau bunga yang tetap dari bank."
Sebelumnya, industri pembiayaan dikejutkan dengan wacana kenaikan suku bunga perbankan karena terpengaruh kebijakan giro wajib minumum.
Buana Finance merupakan salah satu perusahaan pembiayaan yang fokus pada sewa guna usaha alat berat.
Namun saat ini perseroan merencanakan memperbesar segmen pembiayaan konsumen dan sewa guna usaha atau leasing menjadi 50%-50%. (ln)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar