Rosdianah Dewi
INILAH.COM, Jakarta - Pemerintah tengah berusaha mengembangkan green budgeting dalam penganggarannya. Langkah itu diambil guna mencapai pembangunan berkelanjutan seperti yang tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2010-2014.
Menteri Negara PPN/Kepala Bapenas, Armida Alisjahbana mengatakan pencapaian pembangunan berkelanjutan dapat dicapai melalui pengembangan konsep pembangunan uang menerapkan green economy. "Konsep green economy merupakan visi yang lebih memfokuskan pada perekonomian jangka panjang yang lebih peduli kepada lingkungan hidup," ujar Armida dalam sambutannya yang dibacakan Deputi PPN/Kepala Bapenas Bidang Sarana dan Prasarana Dedi Supriadi Priatna saat membuka workshop 'Green Budgeting' di Jakarta, Kamis (10/6).
Ia menjelaskan green economy merupakan salah satu gagasan dalam penerapan konsep untuk mencapai pembangunan berkelanjutan. Green budgeting merupakan alat menata kembali pengelolaan keuangan berkelanjutan. Gagasan green budgeting tersebut dapat diimplementasikan melalui penerapan green procurement pada kebijakan publik.
"Green procurement mendorong pengadaan barang dan jasa oleh pemerintah untuk menilai bukan hanya nilai keuntungan finansial bagi pemerintah, namun juga nilai keuntungan lingkungan dan dampak negatif terkecil," jelasnya
Ia menambahkan green procurement membutuhkan pertimbangan terhadap kinerja lingkungan yang terintegrasi dalam seluruh proses procurement, yakni tahap perencanaan, akuisisi, penggunaan dan pembuangan. Selain itu, green procurement membutuhkan pemahaman terhadap dampak lingkungan yang potensial terjadi serta biaya yang dibutuhkan dengan penggunaan barang dan jasa tersebut. "Penerapan green procurement itu memberikan manfaat yang luas untuk pencapaian pembangunan berkelanjutan. Melalui green procurement kita berperan dalam mengurangi emisi gas rumah kaca atau hal lain yang dapat merusak lingkungan," tuturnya.
Lebih lanjut ia mengatakan pemerintah juga tengah berupaya memperkuat anggaran guna mendukung upaya pelestarian lingkungan dan sumber daya alam dengan melakukan pengarusutamaan pembangunan berkelanjutan dalam program pembangunan dengan indikator tertentu untuk pengukurannya. "Langkah ini difokuskan untuk sektor yang langsung bersinggungan dengan lingkungan hidup, sumber daya alam, perekebunan hingga sarana dan prasarana," tukasnya. [cms]
Tidak ada komentar:
Posting Komentar