JAKARTA: Pemerintah kembali akan menggenjot penarikan pembiayaan dari pasar pada awal tahun (front loading strategy) dengan mengagendakan penerbitan dua seri obligasi berdenominasi valas pada semester I/2011.
Rahmat Waluyanto, Direktur Jenderal Pengelolaan Utang, menuturkan waktu yang tepat dan potensial untuk menarik pendanaan dari pasar adalah pada paruh pertama setiap tahun. Untuk itu, salah satu sumber pembiayaan defisit tahun depan akan diupayakan dengan menerbitkan sukuk global dan global bond pada semester I.
"Keduanya itu [peneribtan sukuk global dan global bond] pada semester I/2011. Namun, untuk pengaturannya akan kita lihat seperti apa," tuturnya di Jakarta, sore ini.
Rahmat tidak mengkhawatirkan terjadinya crowding out dengan strategi pemerintah menggenjot penerbitan di awal tahun. Pasalnya, skenario itu telah memerhatikan jarak penerbitan dan jumlah penarikan dana.
Menurut dia, penerbitan sukuk global pada tahun depan akan lebih banyak menyasar investor asal kawasan Timur Tengah, Asia, dan Eropa. Sementara untuk obligasi valas konvensional (global bond) diharapkan merangsang investor asal Asia, Eropa dan Amerika.
"Jadi cuma itu penekanannya. Kalau untuk sukuk [global] ya ke Timur Tengah, tetapi tidak menutup kemungkinan ke Amerika yang jumlahnya banyak, sekitar 30%. Namun, umumnya untuk setiap investor," jelasnya.(yn)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar