Jumat, 17 September 2010
Pelemahan yen dongkrak nilai saham Jepang
TOKYO: Nilai sejumlah saham Jepang naik sehingga membawa beberapa indeks acuan naik ke level tertinggi sejak lebih dari 1 bulan terakhir seiring dengan pelemahan nilai yen dari penutupan perdagangan saham kemarin di Tokyo.
Peningkatan nilai sebagian saham Jepang juga terjadi menyusul lonjakan harga komoditas logam.
Nilai saham Fanuc Ltd, produsen robot untuk keperluan industri yang 80% pendapatannya diperoleh dari pasar luar negeri, naik 0,7% seiring dengan melemahnya nilai tukar yen yang memicu peningkatan prospek pendapatan ekspor perusahaan Jepang.
Nilai saham Honda Motor Co, produsen mobil yang lebih dari 80% pendapatannya dari penjualan di luar negeri, melambung 1,1%. Saham Mitsui & Co naik 0,7% setalah harga komoditas logam, seperti aluminium, tembaga, nikel, dan timah di London meningkat.
Indeks Nikkei 225 Stock Average naik sebesar 0,8% menjadi 9.581,20 pada 09:07 waktu Tokyo. Indeks Topix menguat 0,6% menjadi 849,86 dengan perbandingan nilai saham yang naik nilai empat kali lebih banyak dari saham yang turun.
Indeks Topix jatuh 8% pada 14 September, atau sebelum Jepang mengatakan akan mengintervensi penurunan nilai yen untuk pertama kali sejak 2004. Penurunan indeks Topix terbesar kedua di antara indeks acuan saham di 15 pasar saham terbesar di dunia.
Nilai yen turun menjadi 112,33 dari 110,85 terhadap euro pada penutupan perdagangan kemarin. Terhadap dolar AS, mata uang Jepang ini melemah menjadi 85,91 dari 85,36. (t03/esu)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar