JAKARTA: Menteri BUMN Mustafa Abubakar menyatakan pengurangan target laba yang diusulkan PT Pertamina (Persero) dari Rp25 triliun menjadi Rp13,5 triliun pada tahun ini terlalu besar, dan karenanya akan dikaji ulang.
Mustafa menegaskan revisi itu akan tetap dilakukan, namun nilai pengurangannya tidak sebesar itu. "Dari Rp25 triliun menjadi Rp13,5 triliun, itu kan yang diusulkan Pertamina. Nanti kami bahas. Kami akan koreksi tetapi turunnya tidak akan sebesar itu [Rp13,5 triliun]," ujarnya di Jakarta, hari ini.
Dia menjelaskan koreksi itu diperlukan karena ada beberapa perubahan a.l target subsidi, penyediaan margin dari asumsi APBN yang berubah, dan perubahan nilai tukar rupiah. "Dengan perubahahan itu, kemungkinan kami akan pertimbangkan untuk mengurangi target keuntungan," tuturnya.
Seiring dengan pengurangan laba dari Pertamina, sambung Mustafa, jumlah besaran dividen 2011 pun akan berkurang karena ada pengurangan penerimaan BUMN pada 2010. Implikasi penurunan seperti itu juga akan dialami PT Perusahaan Listrik Negara (Persero).
Awalnya, dividen 2011 disepakati Rp26,59 triliun. Perinciannya, dari Pertamina Rp10,17 triliun, dari PLN Rp5,19 triliun, dari BUMN selain Pertamina dan PLN Rp13,4 triliun, serta dividen interim Rp2,11 triliun dan dividen interim 2010 minus Rp4,28 triliun.
Total dividen itu kemudian diusulkan turun menjadi Rp26,50 triliun. Perinciannya, dari Pertamina Rp6,75 triliun, dari PLN Rp4 triliun, selain Pertamina & PLN Rp16,74 triliun, serta dividen interim Rp3,29 triliun dan dan dividen interim 2010 minus Rp4,28 triliun. (bsi)
Mustafa menegaskan revisi itu akan tetap dilakukan, namun nilai pengurangannya tidak sebesar itu. "Dari Rp25 triliun menjadi Rp13,5 triliun, itu kan yang diusulkan Pertamina. Nanti kami bahas. Kami akan koreksi tetapi turunnya tidak akan sebesar itu [Rp13,5 triliun]," ujarnya di Jakarta, hari ini.
Dia menjelaskan koreksi itu diperlukan karena ada beberapa perubahan a.l target subsidi, penyediaan margin dari asumsi APBN yang berubah, dan perubahan nilai tukar rupiah. "Dengan perubahahan itu, kemungkinan kami akan pertimbangkan untuk mengurangi target keuntungan," tuturnya.
Seiring dengan pengurangan laba dari Pertamina, sambung Mustafa, jumlah besaran dividen 2011 pun akan berkurang karena ada pengurangan penerimaan BUMN pada 2010. Implikasi penurunan seperti itu juga akan dialami PT Perusahaan Listrik Negara (Persero).
Awalnya, dividen 2011 disepakati Rp26,59 triliun. Perinciannya, dari Pertamina Rp10,17 triliun, dari PLN Rp5,19 triliun, dari BUMN selain Pertamina dan PLN Rp13,4 triliun, serta dividen interim Rp2,11 triliun dan dividen interim 2010 minus Rp4,28 triliun.
Total dividen itu kemudian diusulkan turun menjadi Rp26,50 triliun. Perinciannya, dari Pertamina Rp6,75 triliun, dari PLN Rp4 triliun, selain Pertamina & PLN Rp16,74 triliun, serta dividen interim Rp3,29 triliun dan dan dividen interim 2010 minus Rp4,28 triliun. (bsi)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar