Rabu, 01 September 2010

Muslim Jerman kutuk penulis buku Islamfobia

Oleh: Antara
BERLIN: Umat Muslim Jerman mengutuk keras penerbitan buku Islamfobia yang ditulis oleh banker Jerman Thilo Sarrazin dan menyebut penulisan buku itu sebagai deklarasi perang terhadap demokrasi dan kebebasan.

Sekretaris Jenderal Dewan Pusat Muslim Eropa Aiman Mazyek dalam jumpa pers di Berlin, mengatakan pernyataan Sarrazin itu tidak hanya deklarasi bermusuhan terhadap Muslim, tetapi juga juga merupakan deklarasi perang terhadap demokrasi dan kebebasan.

Mazyek menyebut komentar Sarrazin itu tidak dapat diterima, berbahaya dan salah besar, dan mengatakan 'Sarrazin adalah seorang Nazi dalam selimut.'

Dia menilai pernyataan Sarrazin itu merupakan bagian dari strategi dia dalam menimbulkan ketakutan masyarakat Barat terhadap Islam atau Islamfobia.

Pernyataan Mazyek itu diamini oleh Burhan Kesici, Sekretaris Dewan Islam Jerman. "Pandangan negatif Sarrazin itu akan lebih memperkuat Islamfobia di dunia Barat," kata Kesici.

"Kita sejauh ini hanya mendengar bagian kecil dari partai sayap kanan-jauh. Bukan dari partai politik berkuasa, bukan pula kebijakan dari SPD (Partai Demokrat Sosial/Social Democratic Party)," kata Kesici merujuk pada keanggotaan Sarrazin di SPD.

Dia menambahkan bahwa umat Muslim telah merasakan derajat lebih tinggi dari rasisme dan Islamfobia dalam masyarakat Jerman.

Kesici menegaskan bahwa sikap Islamfobia Sarrazin itu sesungguhnya merusak citra Jerman di luar negeri.

Sementara itu, Pinar Cetin dari perhimpunan Muslim Turki di Jerman (DITIB) memperingatkan bahwa pernyataan Sarrazin itu tidak lebih dari upaya provokasi dan permusuhan antar-etnis.

Bertalian dengan itu, Ketua Dewan Muslim Pusat Jerman, Ayyub Axel Koehler menjuluki Sarrazin sebagai "penjelmaan dari keburukan Jerman."

"Islamfobia di Jerman telah kini telah memiliki nama: Thilo Sarrazin," ujar Ayyub Axel Koehler kepada kantor berita Jerman, DPA.

"Sarrazin telah merusak total reputasi negara kami dengan sikap rasis dan komnetar-komentarnya yang menghina," ujar Koehler.

Dalam bukunya, Sarrazin menyebutkan bahwa Muslim adalah sangat berbahaya bagi masyarakat Jerman.

Buku tersebut menimbulkan kecaman luas oleh umat Muslim dalam beberapa hari terakhir.(yn)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar