Sabtu, 18 September 2010

Kontribusi bank syariah bisa naik bila masuk API

Oleh: Anggi Oktarinda
JAKARTA: Rencana Bank Indonesia memasukan bank syariah ke dalam komponen revisi Arsitektur Perbankan Indonesia (API) dinilai dapat mendorong kontribusi bank syariah dalam industri perbankan nasional.

Konsultan Syariah Adiwarman A. Karim mengatakan sudah sewajarnya bank syariah dimasukkan ke dalam komponen revisi API, di tengah perkembangan sistem keuangan yang mengusung konsep Islami tersebut.

“Kalau bank syariah masuk API artinya ada harapan perkembangan bank syariah lebih besar dan lebih terarah. Mudah-mudahan semua pihak, termasuk direktorat syariah [BI], melihat ini sebagai kerja besar,” katanya, hari ini.

Namun demikian, Adiwarman mengaku belum dapat menghitung sejauh mana dampak dimasukkannya bank syariah ke dalam API terhadap perkembangan bank syariah karena belum tahu sejauh mana perhatian terhadapnya dalam API baru.

“Kita belum tahu sekuat mana bank syariah mendapat perhatian dalam API baru. Kita lihat dulu. Kemudian setelah itu bisa dihitung kontribusinya dalam peningkatan nasabah,” ujarnya.

Belum lama ini, Gubernur Bank Indonesia (BI) Darmin Nasution, mengatakan akan memasukkan bank perkreditan rakyat (BPR) dan bank syariah dalam komponen Arsitektur Perbankan Indonesia (API) yang saat ini tengah disempurnakan.

Menurut dia, API sebelumnya hanya menyangkut bank umum, namun sekarang juga mencakup BPR, perbankan syariah, dan bank asing. Darmin mengutarakan akan menyelesaikan pembahasan tersebut sehingga dapat menjadi panduan perbankan ke depan.

Dalam ketentuan API yang diterbitkan pada 2005 lebih banyak mengatur tentang peran bank umum untuk melakukan konsolidasi dan penguatan permodalan.

Arsitektur Perbankan Indonesia (API) adalah kerangka dasar sistem perbankan nasional yang bersifat menyeluruh, memberikan arah, bentuk, dan tatanan industri perbankan untuk rentang waktu 5-10 tahun ke depan. (er)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar