Oleh: Vega Aulia Pradipta
JAKARTA: Setelah Pohang Iron and Steel Corporation (Posco), perusahaan baja asal Korea Selatan, masuk ke dalam industri baja di tanah air, ratusan perusahaan lain dari negeri gingseng itu berbondong-bondong ingin berinvestasi di Indonesia.
Kepala BKPM Gita Wirjawan mengatakan pada kuartal III/2010, realisasi investasi akan deras masuk ke Indonesia, terutama dari Korea. Gita mengatakan Korea sangat tertarik untuk berinvestasi di Indonesia terutama ke sektor elektronik, otomotif, dan infrastruktur.
"Saya cukup optimis sejak kedatangan Posco, minat Korsel mengenai Indonesia tinggi sekali. Ada ratusan perusahaan sudah menghubungi BKPM. Akhir bulan ini, saya akan ke Korsel dengan membawa beberapa gubernur untuk mempromosikan Indonesia," katanya.
Pada Agustus 2010, PT Krakatau Steel (Persero) baru saja menandatangani Joint Venture Agreement (JVA) dengan Posco untuk pendirian dan pengoperasian perusahaan patungan pabrik baja terpadu yang berlokasi di Cilegon, Banten, dengan total nilai investasi sebesar Rp69 triliun.
Investasi proyek ini mencapai Rp38 triliun pada masa konstruksi dan Rp31 triliun pada masa produksi. Kapasitas produksi pabrik mencapai 6 juta ton per tahun yang dibagi dalam 2 tahap, masing-masing dengan kapasitas 3 juta ton.
Pabrik baja ini akan menghasilkan pelat baja tebal dan lebar untuk kebutuhan industri berat dan konstruksi berat.
Selain Korea, Gita mengatakan negara lain yang juga sangat berminat untuk berinvestasi di Indonesia adalah India, Taiwan, dan Timur Tengah. India ingin berinvestasi membangun rel kereta api, infrastruktur, dan listrik. Taiwan ingin masuk ke industri alas kaki, elektronik, tenaga surya, dan infrastruktur. (esu)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar