Hankook, Hyundai, LG, dan Caterpillar Siap Datang
JAKARTA - Pasar yang besar serta ketersediaan bahan baku dan tenaga kerja membuat Indonesia semakin dilirik investor besar mancanegara. Tiga perusahaan besar asal Korea dan satu perusahaan Amerika Serikat sudah menyatakan tertarik dan siap membangun pusat produksi di Indonesia. Perusahaan itu adalah Caterpillar asal AS, serta LG, Hyundai, dan Hankook asal Korea. Mereka akan memproduksi produk-produk yang berorientasi ekspor.
Minat besar multi national company (MNC) itu diungkapkan Menteri Perindustrian M.S. Hidayat di Kantor Menko Perekonomian di Jakarta kemarin. Menurut mantan ketua Kadin itu, perusahaan alat berat Caterpillar bahkan sudah memutuskan tinggal dua opsi, apakah membangun pabrik di Indonesia atau Thailand. ''Kita harus menang. Saya minta BKPM mempelajari upaya menarik investasi ratusan dolar (AS) itu,'' ungkapnya.
Hidayat optimistis, kesepakatan perjanjian investasi antara Caterpillar dan pemerintah Indonesia akan dilakukan akhir bulan ini. Nanti Caterpillar membangun industri alat berat dan bekerja sama dengan PT Kereta Api (Persero) serta memperbaiki lokomotif tua yang ada di Indonesia.
Sedangkan produsen mobil asal Korea, Hyundai, sudah menyiapkan investasi USD 600 juta. ''Kalau yang ini, saya lagi bujuk supaya dia masuk,'' kata Hidayat. Sinyal yang didapat, tampaknya, akan positif karena Hyundai telah memiliki partner lokal. Lainnya, salah satu perusahaan elektronik LG juga disebut-sebut segera masuk. ''Secara prinsip, mereka tertarik. Akhir bulan ini Dirjen saya akan ke Korea,'' ujarnya. Sayang, berapa investasi LG, Hidayat belum mengetahui.
Sementara itu, Hankook Tire Co Ltd, produsen ban terbesar Korea Selatan, bakal menjadikan Indonesia sebagai basis produksi ban radial untuk pasar ekspor.
Dirjen Industri Agro dan Kimia Kementerian Perindustrian Benny Wachjudi mengatakan, produksi ban di dalam negeri sudah memenuhi kebutuhan domestik sehingga Hankook diarahkan ke pasar internasional. ''Sedangkan untuk ban heavy duty seperti pertambangan, 100 persen untuk produksi dalam negeri juga tidak masalah karena kita juga masih impor.''
Hankook Tire Co Ltd, produsen ban peringkat tujuh besar dunia, berencana menanamkan modal USD 1,2 miliar di Indonesia untuk membangun pabrik berkapasitas 15 juta unit per tahun. Konstruksi pabrik diharapkan sudah dimulai pada akhir tahun ini sebagai realisasi rencana Hankook menjadikan negara ini sebagai basis ekspor.
Strategi Hankook masuk ke Indonesia tidak terlepas dari potensi karet alam sebagai bahan baku dan pasar ban kendaraan bermotor yang cukup besar di tanah air. Indonesia merupakan produsen karet alam terbesar kedua di dunia dengan volume 2,9 juta ton per tahun (2009) setelah Thailand yang menempati peringkat pertama. (luq/c4/kim)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar