NEW YORK: Minyak diperdagangkan dengan harga US$74 per barel setelah mengalami kenaikan tertinggi dalam sebulan terkait manufaktur di AS dan China, dua negara pengguna energi terbesar di dunia, melaju lebih cepat dari yang diperkirakan pada Agustus.
Harga minyak berjangka menanjak 2,8% kemarin dan saham AS mengalami rebound dari kejatuhan terbesar dalam sembilan tahun pada Agustus setelah indeks pabrik dari Institute for Supply Management (ISM) yang berbasis di Tempe, Arizona naik menjadi 56,3 dari 55,5 pada Juli.
Harga minyak naik bahkan saat Departemen Energi AS melaporkan bahwa pasokan minyak mentah AS naik hampir tiga kali lipat dari yang diperkirakan analis pekan lalu.
“ISM mengejutkan semua orang,” kata Phil Flynn, vice president of research di PFGBest di Chicago. “Pialang energi menjadikan sektor manufaktur sebagai barometer ekonomi dan permintaan.”
Kontrak untuk pengiriman Oktober diperdagangkan pada level US$73,89 per barel, turun 2 sen, dalam perdagangan secara elektronik di bursa New York Mercantile Exchange
Pukul 8:35 pagi waktu Sydney. Kemarin, komoditas ini naik US$1,99 menjadi US$73,91, kenaikan terbesar sejak 2 Agustus. Harga minyak mentah sudah turun 6,9% sejak awal tahun.
Para ekonom memperkirakan indeks pabrik ISM akan turun menjadi 52,8, menurut median 78 perkiraan dalam survei Bloomberg News. Perkiraan berada di antara 49,9 dan 56.
Manufaktur China tumbuh dengan kelajuan tercepat pada Agustus setelah performa buruk sejak awal 2009 pada bulan Juli, memberi tanda bahwa perlambatan ekonomi mulai stabil.
Persediaan minyak mentah AS menanjak 3,43 juta barel menjadi 361,7 juta pekan lalu, menurut laporan Departemen Energi. Pasokan minyak diproyeksikan akan naik 1,2juta barel, menurut median 16 perkiraan dari analis yang disurvei Bloomberg News.
Persediaan bahan bakar merosot 212.000 barel menjadi 225,4 juta, menurut laporan departemen itu juga. Persediaan bahan bakar distilasi, termasuk minyak pemanas (heating oil) dan diesel, turun 739.000 barel menjadi 175,2 juta pekan lalu, penurunan pertama dalam 14 pekan.
Harga minyak brent untuk pengiriman Oktober ditutup meningkat US$1,71 atau 2,3% menjadi US$76,35 per barel di bursa ICE Futures Europe Exchange di London kemarin. (t04/ln)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar