Oleh: Nurbaiti JAKARTA: Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (BP Migas) meyakini realisasi produksi gas akan terus mengalami peningkatan sehingga mampu mengangkat produksi migas secara keseluruhan sampai dengan akhir tahun ini.
Kepala Humas dan Hubungan Kelembagaan BP Migas Elan Biantoro mengungkapkan, berbeda dengan produksi minyak yang terus turun sejak 2000, realisasi produksi gas relative stabil dan cenderung mengalami peningkatan setiap tahunnya.
"Kalau untuk gas, kita yakin produksinya akan terus meningkat. Per hari ini saja, realisasi produksi sudah lebih dari 9.000 MMscfd," tutur dia, hari ini.
Berdasarkan laporan per 26 Agustus 2010, lanjut dia, rerata produksi gas nasional mencapai 7.803 MMscfd atau naik 100,58% dibandingkan dengan target 2010 sebesar 7.758 MMscfd.
Menurut dia, salah satu faktor pendukung naiknya produksi gas tersebut dipicu oleh mulai optimalnya produksi Kilang LNG Tangguh, Papua.
Selain itu, dia menambahkan, beberapa rencana pengembangan (plan of development/POD) yang diajukan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) migas di Kalimantan Timur juga sudah mulai efektif.
"Jadi, selain yang eksisting yang bisa kita pertahankan dengan baik, beberapa POD baru yang kita approve juga suudah mulai memberikan kontribusi, makanya produksi gas ini cukup bagus."
Berdasarkan data BP Migas per 26 Agustus 2010, beberapa KKKS yang tidak tercapai target produksi gasnya, di antaranya Pertamina yang hanya terealisasi 802 MMscfd atau 77,62% dari target 2010 sebesar 1.033 MMscfd.
Selain itu, realisasi BP Indonesia Tangguh sebesar 717,63 MMscfd atau 83,53% dari target 859,16 MMscfd. Kemudian disusul, JOA Kodeco Energy Co., Ltd sebesar 166,31 MMscfd atau 88,46% dari target 188,00 MMscfd dan PetroChina Int (Jabung) Ltd sebesar 174,22 MMscfd atau 98,63% dari target 176,65 MMscfd. (gak)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar