Selasa, 07 September 2010

BoJ tunda penambahan stimulus moneter

Oleh: Bloomberg
TOKYO: Bank sentral Jepang (Bank of Japan/BoJ) menunda penambahan stimulus moneter dengan mempertahankan suku bunga acuan dan jumlah fasilitas kredit perbankan sama seperti keputusan di pertemuan darurat pada 30 Agustus 2010.


Gubernur BoJ Masaaki Shirakawa dan koleganya tidak mengubah besaran dana sebesar US$356 miliar (30 triliun yen) pada fasilitas kredit perbankan. Dalam pertemuan darurat 30 Agustus, mereka menambah dana sebesar 10 triliun yen dari sebelumnya 20 triliun yen.

"Kami mempertahankan suku bunga acuan pada level 0,1%, seperti yang telah kami lakukan sejak Desember 2008," tulis bank sentral dalam pernyataannya, hari ini.

Keputusan muncul sepekan sebelum partai penguasa pemerintah (Partai Demokrat Jepang/DPJ), menggelar Pemilu Presiden partai, yang diyakini bisa memberikan tekanan bagi bank sentral untuk melawan deflasi dan mempercepat pemulihan ekonomi.

Pada bulan lalu, bank sentral Jepang meluncurkan tambahan stimulus moneter dengan meningkatkan fasilitas kredit perbankan sebesar US$116 miliar (10 triliun yen) menjadi 30 triliun yen.

Stimulus moneter ini merupakan yang pertama kali diluncurkan sejak Maret 2010, atau sejak pemulihan ekonomi melemah. Kebijakan ini juga sebagai respons dari bank sentral atas berbagai tekanan dari pemerintah untuk segera mengambil tindakan.

"Dengan tambahan fasilitas kredit, kami akan mendorong penurunan suku bunga pasar dan makin memperlonggar kondisi moneter," tulis pernyataan resmi bank sentral (Bank of Japan/BOJ), dalam situs resminya yang dikutip Bisnis, belum lama ini. (esu)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar