Meski begitu, likuiditas Bank Mandiri masih akan berada pada level yang aman. Pasalnya, perseroan menetapkan batasan minimal likuiditas secara interim di level Rp8 triliun. “Perkiraan berkurangnya likuiditas sekitar Rp5-6 triliun.Tapi,itu tidak akan berpengaruh pada kinerja keuangan kami,” ujar Direktur Utama Bank Mandiri, Zulkifli Zaini,di Jakarta,kemarin. Zulfikli melanjutkan, penerapan aturan GWM itu juga akan menambah biaya pendanaan (cost of fund) perseroan sebesar 10–15 basis poin.Konsekuensi tersebut, menurut dia, tidak bisa dihindari. Dengan demikian, perseroan akan menghadapinya.
”Apa boleh buat, kami terima itu, namun ada kemungkinan juga kami akan menaikkan suku bunga kredit perseroan, tapi hal itu masih sangat awal,”tutur Zulkifli. Di sisi lain, Zulkifli mengungkapkan, Bank Mandiri segera melakukan penawaran tidak mengikat (non deal road show) ke Singapura dalam rencana penerbitan saham baru (rights issue). Dalam Rencana non deal road show tersebut perseroan juga akan melibatkan salah satu dari penjamin emisi aksi korporasi tersebut. ”Rencananya Jumat (17/9) ini, Kami dibantu Mandiri Sekuritas saat di sana (Singapura) nanti,”katanya.
Mengenai waktu pelaksanaan dari rights issuetersebut,perseroan masih menunggu persetujuan dari Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) awal Oktober 2010.Secara pribadi, Zulkifli optimistis waktu pelaksanaannya dapat dilakukan pada Desember 2010. ”Jika perkiraan tersebut berjalan sesuai rencana kami akan mengeksekusi pada 13 Desember 2010. Saat ini kami masih menunggu jadwal RDP DPR,” paparnya. Zulkifli berharap pelaksanaan rights issue tersebut dapat berlangsung tahun ini.Pasalnya, kondisi pasar hingga akhir 2010 tahun diperkirakan cukup baik. Sehingga saham baru yang akan dilepas tersebut dapat tereksekusi dengan baik.
“Kita tidak tahu apa pasar bisa bagus pada tahun depan. Karena itu, kami berharap tahun ini bisa dieksekusi,”ujarnya. Untuk keperluan pelaksanaan rights issue, Bank Mandiri telah menunjuk dua perusahaan sekuritas pelat merah,yaitu PT Mandiri Sekuritas dan PT Dana reksa Sekuritas sebagai penjamin emisi.Penunjukan kedua perusahaan tersebut dilakukan setelah melalui proses penyaringan dari delapan perusahaan sekuritas yang mengikuti seleksi. Direktur Finance & Strategy Bank Mandiri, Pahala Nugraha Mansury mengatakan, langkah rights issue dilakukan untuk memperkuat permodalan.
Sehingga dapat meningkatkan ekspansi kredit dalam rangka pengembangan usaha. Saat ini, menurut dia, merupakan waktu tepat untuk melakukan ekspansi. (juni triyanto)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar