Oleh: Erna S. U. Girsang
JAKARTA: Pemerintah Amerika Serikat berupaya menyeimbangkan hubungan dengan China untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat meskipun kedua negara masih menghadapi perbedaan kebijakan, mulai dari nilai tukar hingga perdagangan.
"AS sangat berkepentingan atas hubungan dengan China," ujar Menkeu AS Timothy F. Geithner dalam Laporan Semi Tahunan Menteri Keuangan AS mengenai Kebijakan Nilai Tukar dan Ekonomi Internasional, khususnya China, yang disampaikan kepada Kongres pada hari ini.
Dia mengatakan China sangat menarik karena memiliki 1,3 miliar penduduk dan pertumbuhan ekonomi berlanjut dan mendekati angka dua digit. China juga menjadi pasar luar negeri AS dengan pertumbuhan tercepat.
Sejauh ini, jelasnya, ekspor barang dan jasa AS ke China melebihi US$53 miliar. Pengiriman produk AS ke Negeri Tirai Bambu pada tahun ini naik 36% dibandingkan dengan 2009 dan naik 16% dari masa sebelum krisis atau 2008.
"Jika dibandingkan, ekspor produk AS ke negara importir lain masih 8% di bawah posisi 2008. Ini menjadi perhatian pentingnya pasar China untuk melanjurkan pemulihan ekonomi negara ini," jelasnya dalam laporan yang diperoleh Bisnis melalui surat elektronik, siang ini.
Dia juga menjelaskan bahwa China merupakan pasar kritis terhadap semua produk AS, mulai dari produk pertanian, manufaktur, sampai jasa. Selain itu, tambahnya, China merupakan pasar kedelai terbesar AS pada tahun lalu dengan nilai melebihi US$9 miliar.
Di sektor manufaktur, jelasnya, AS telah megekspor kerajinan tangan ke China dengan nilai mendekati US$3,5 milair pada tahun lalu, dan ekspor suku cadang otomotif dan otomotif ke China tumbuh sebesar 200%. (esu)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar