Jumat, 20 Agustus 2010

Hot money bawa risiko overheating

JAKARTA: Kementerian PPN/Bappenas mengingatkan dana yang mengendap di pasar modal jika terus dibiarkan bisa menyebabkan bubble atau overheating bagi perekonomian.


Sekretaris Menteri PPN/Sekretaris Utama Bappenas Syahrial Loetan mengatakan pemerintah terus berupaya agar pemilik modal tertarik menanamkan dananya ke sektor riil.

"Koordinasi yang sedang kami lakukan adalah bagaimana mengarahkan agar mereka [investor] mau menanamkan investasinya ke sektor riil bukan hanya di pasar modal," tuturnya hari ini.

Syahrial mengungkapkan salah satu upaya yang sedang dilakukan pemerintah agar investor melirik investasi di sektor riil adalah dengan memperbaiki sarana dan prasarana infrastruktur.  Pemerintah, sambungnya, juga terus menciptakan stabilitas ekonomi dan keamanan.

Bank Indonesia mencatat jumlah dana asing yang diparkir di sertifikat Bank Indonesia (SBI) meningkat Rp2,02 triliun dalam kurun sepekan yaitu dari posisi 6 Agustus sebesar Rp54,71 triliun menjadi Rp56,73 triliun pada 13 Agustus.

Direktur Perencanaan Makro Bappenas Bambang Prijambodo sebelumnya mengatakan pentingnya perhatian yang serius dari pemerintah dalam menyikapi derasnya arus modal yang masuk ke Indonesia melalui pasar modal.

"Bukan tidak mungkin ekspektasi pemodal asing berubah karena ada gejolak yang tidak diinginkan dan merubah kembali arus moda," katanya.

Menurut dia, sekecil apapun gejolak yang terjadi di luar negeri hal itu pasti akan berpengaruh terhadap keberadaan arus modal asing tersebut. "Jadi harus diantisipasi," ujarnya.(luz)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar