http://www.bisnis.com/articles/pariwisata-indonesia-jumlah-wisatawan-asing-melonjak

JAKARTA: Jumlah
wisatawan mancanegara yang datang ke Indonesia pada kuartal I/2012
diperkirakan meningkat di atas 10% , didorong oleh pertambahan jumlah
penerbangan langsung ke beberapa negara selama satu tahun terakhir.
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Mari Elka Pangestu mengatakan perkiraan itu didasarkan pada peningkatan jumlah wisatawan pada Januari-Februari 2012.
Berdasarkan data
Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah wisman selama Januari-Februari 2012
mencapai 1,25 juta orang atau meningkat 11,49% dibanding periode sama
tahun lalu.
“Saya perkirakan
(tumbuh) double digit. Sampai Februari kan 11%. Kuartal pertama tahun
ini pun akan di atas 10%,” ujarnya seusai acara “Ngeteh Bareng Ibu Mari
Elka Pangestu” di Bentara Budaya Jakarta, petang tadi.
Menurutnya,
peningkatan penerbangan di sejumlah bandara akan berkorelasi positif
terhadap peningkatan jumlah wisman pada tahun ini.
Dia mencontohkan
rute penerbangan langsung Haneda-Denpasar yang dibuka perdana pagi tadi
akan kembali meningkatkan kunjungan wisatawan Jepang yang menurun selama
setahun terakhir akibat tsunami di Negeri Sakura tahun lalu.
Pascatsunami,
maskapai penerbangan Garuda dan Japan Airlines (JAL) menutup penerbangan
Jepang-Indonesia dan berimbas pada penurunan kedatangan turis Jepang ke
Bali.
Data Dinas
Pariwisata Bali pun menunjukkan angka kunjungan wisatawan Jepang ke Bali
menurun drastis selama empat tahun terakhir dari 354.817 orang pada
2008 menjadi 183.284 orang pada 2011.
Sebelumnya,
wisatawan Jepang selalu menduduki urutan pertama dilihat dari jumlah
kunjungan ke Bali, tetapi kini menduduki urutan ketiga setelah Australia
dan China.
“Saya harapkan itu
(penerbangan Haneda-Denpasar) bisa mengembalikan penurunan wisatawan
Jepang. Saya dengar juga akan ada penerbangan langsung Manila-Denpasar.
Fungsi peningkatan penerbangan sangat besar dampaknya terhadap
peningkatan wisatawan,” katanya.
Data BPS pun
menyebutkan, jumlah wisatawan Jepang menempati urutan kelima setelah
Malaysia, Singapura, Australia dan China. Dari 592.500 wisman yang
datang ke Indonesia pada Februari 2012, Malaysia berkontribusi 15,09%,
Singapura 13,48%, Australia 10,74%, China 9,84%, Jepang 6,3%, Korea
Selatan 5,27% dan Filipina 3,02%.
“Tiongkok sudah lebih unggul dari Jepang, tapi kita akan tingkatkan
dua-duanya karena cukup prospektif,” tuturnya. (msb)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar