Senin, 30 April 2012

Kementerian BUMN Didesak Periksa Tiga Perusahaan Sekuritas

http://www.mediaindonesia.com/read/2012/04/30/316396/20/2/Kementerian-BUMN-Didesak-Periksa-Tiga-Perusahaan-Sekuritas
JAKARTA--MICOM: Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) diminta untuk mengevaluasi kinerja tiga perusahaan sekuritas yakni PT Danareksa Sekuritas, PT Bahana Sekuritas, dan PT Mandiri Sekuritas.


Sebab, tiga perusahaan plat merah tersebut telah rugikan negara sebesar Rp314,51 miliar karena penjualan saham Garuda yang dimilikinya pada harga Rp620 per lembar.

Hal tersebut ditegaskan pengamat pasar modal Yanuar Risky. Dia mengatakan bahwa tiga perusahaan sekuritas itu tidak menjalankan peran investment banker dengan baik. "Sebagai investment banker, tiga perusahaan sekuritas itu menjaga stabilitas harga portofolionya bukan merugikan negara seperti kerugian dalam penjualan saham Garuda yang dimilikinya. Artinya, kinerja mereka buruk, dan Menteri BUMN Dahlan Iskan harus segera evaluasi kinerja 3 sekuritas itu," tuturnya saat dihubungi Media Indonesia, Minggu (29/4).

Yanuar menjelaskan, berdasarkan aturan Badan Pengawas Pasar Modal Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) nomor IX.F.I tentang aturan tender over terhadap saham yang telah go public, harga jual saham harus didasarkan pada harga rata-rata 90 hari terakhir dari waktu penjualan. Saat saham Garuda dijual (27/4), harga jual rata-rata minumum adalah Rp620 per lembar saham.

"Artinya 3 sekuritas BUMN itu jual saham garuda yang dimilikinya diharga minimum. Padahal, Pak Dahlan kan selalu menyuarakan bahwa saham garuda harus dilepas pada harga premium. Ini ironinya," terangnya.

Ketiga perusahaan sekuritas, lanjut Yanuar, selalu berteriak-teriak menderita rugi saat harga saham Garuda yang belinya saat penawaran saham perdana atau initial public offering (IPO) di harga Rp750/lembar terus turun. Bahkan turun hingga titik terendah ke level Rp350 per lembar.

Akan tetapi, seusai saham Garuda dibeli perusahaan swasta yakni PT Trans Airways, harga saham garuda justru naik. Pada penutupan perdagangan di Bursa Efek Indonesia kemarin (27/4), harga saham Garuda ditutup naik menjadi Rp650.

"Kok dipegang swasta, harga sahamnya naik dan untung sekitar 15%. Justru di sini, ketiga perusahaan sekuritas itu tidak mampu menjaga harga portofolio sahamnya, terlalu dilepas ke pasar. Padahal, harga IHSG kan tahun lalu tumbuh positif. Ini potret investmen banker BUMN berkinerja buruk, padahal kan didalamnya banyak orang-orang yang jago dan gak perlu diajari cara jaga kestabilan harga. Kinerjanya berbanding terbalik dengan sekuritas BUMN asing seperti Temasek (Singapura), dan lainnya," tekan Yanuar. (WR/OL-2)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar