http://www.mediaindonesia.com/read/2012/04/30/316433/21/2/Harga-CPO-Turun-Margin-Laba-Indofood-Turun-320-Basis-Poin
MICOM: PT Indofood
Sukses Makmur Tbk (Indofood) mengalami penurunan margin laba kotor 320
basis poin menjadi 27,7% di kuartal I tahun 2012. Penurunan harga
komoditas dunia seperti crude palm oil (CPO) atau minyak sawit mentah
dan karet menjadi penyebab penurunan kinerja tersebut.
Direktur Utama Indofood Anthony Salim mengatakan pendapatan perseroan selama ini dikontribusikan lini usaha Agribisnis, CBP, Bogasari, dan Distribusi. Turunnya harga CPO dan karet memengaruhi kinerja sektor Agribisnis. Sementara, sektor CBP dan Bogasari menghadapi situasi pasar yang penuh tantangan.
Sektor agribisnis merupakan kegiatan usaha yang dijalankan oleh PT Salim Ivomas Pratama Tbk. dan PT PP London Sumatra Indonesia. Keduanya merupakan anak usaha Indofood Agri Resources Ltd yang tercatat di Bursa Efek Singapura.
Kegiatan usaha grup ini meliputi penelitian dan pengembangan, pembibitan kelapa sawit pemulaan, termasuk juga penyulingan, branding dan pemasaran minyak goreng, margarin, dan shortening. Disamping itu, kegiatan usaha grup ini mencakup pemuliaan dan pengolaan karet, tebu, kakao, dan teh.
"Laba bruto sedikit turun dari Rp3,32 triliun di kuartal I-2011 menjadi Rp3,27 triliun di kuartal I-2012. Penyebabnya adalah turunnya kinerja grup Agribisnis sebagai akibat turunnya harga CPO dan karet. Margin laba bruto turut turun 320 basis poin menjadi 27,7%," tuturnya, di Bursa Efek Indonesia Jakarta, Senin (30/4).
Kendati begitu, lanjut Anthony, perseroan masih mencatatkan pertumbuhan pendapatan. Laba bersih perseroan pun tetap tumbuh meski kenaikannya tipis.
Sesuai laporan keuangan kuartal I-2012, Indofood membukukan penjualan neto konsolidasi sebesar Rp11,83 triliun, naik 9,9% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Grup CBP terus memberikan kontribusi penjualan terbesar diikuti Bogasari, Agribisnis, dan Distribusi dengan kontribusi masing-masing sebesar 44%, 25%, 23%, dan 8% terhadap penjualan neto.
Grup CBP mencatatkan pertumbuhan total nilai penjualan sebesar 13,4% yang didorong oleh peningkatan volume penjualan di hampir seluruh divisi dalam grup. Adapun divisi yang tergabung dalam grup CBP adalah divisi mie instan, diary, penyedap makanan, makanan ringan, nutrisi, & makanan khusus.
Total penjualan grup Bogasari tumbuh sebesar 5,9% terutama disebabkan naiknya volume penjualan. Grup Distribusi juga mencatatkan peningkatan penjualan sebesar 8,1% antara lain didorong dari pertumbuhan penjualan grup CBP.
"Grup Agribisnis mencatatkan pertumbuhan total nilai penjualan sebesar 10,2%. Tapi, kenaikan itu karena didorong oleh kenaikan volume penjualan produk minyak goreng, dan lemak nabati," jelasnya.
Sementara laba bersih perseroan tetap tumbuh meski minim. Laba usaha tumbuh sebesar 0,4%, menjadi Rp1,78 trilun. Pertumbuhan tersebut karena turunnya beban operasional. "Namun margin laba usaha turun menjadi 15% dari 16,5% di periode yang sama tahun sebelumnya," paparnya.
Laba periode berjalan yang dapat didistribusikan kepada pemilik entitas induk naik 10,8% menjadi Rp815 miliar karena turunya beban pajak penghasilan dan laba periode berjalan yang dapat didistribusikan kepentingan nonpengendali sebagai akibaat turunnya laba yang dihasilkan Grup Agribisnis
Adapun margin laba bersih naik sedikit menjadi 6,9%. Core profit meningkat 10,9% menjadi 805,6 miliar dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
"Meskipun turunnya harga CPO dan karet memengaruhi kinerja Grup Agribisnis, sementara grup CBP dan Bogasari menghadapi situasi pasar yang penuh tantangan, kami terus mencatatkan pertumbuhan laba bersih. Hal ini menunjukkan ketangguhan model bisnis kami serta kemampuan kami dalam menghadapi dinamika pasar yang terus berubah," klaimnya. (WR/OL-10)
Direktur Utama Indofood Anthony Salim mengatakan pendapatan perseroan selama ini dikontribusikan lini usaha Agribisnis, CBP, Bogasari, dan Distribusi. Turunnya harga CPO dan karet memengaruhi kinerja sektor Agribisnis. Sementara, sektor CBP dan Bogasari menghadapi situasi pasar yang penuh tantangan.
Sektor agribisnis merupakan kegiatan usaha yang dijalankan oleh PT Salim Ivomas Pratama Tbk. dan PT PP London Sumatra Indonesia. Keduanya merupakan anak usaha Indofood Agri Resources Ltd yang tercatat di Bursa Efek Singapura.
Kegiatan usaha grup ini meliputi penelitian dan pengembangan, pembibitan kelapa sawit pemulaan, termasuk juga penyulingan, branding dan pemasaran minyak goreng, margarin, dan shortening. Disamping itu, kegiatan usaha grup ini mencakup pemuliaan dan pengolaan karet, tebu, kakao, dan teh.
"Laba bruto sedikit turun dari Rp3,32 triliun di kuartal I-2011 menjadi Rp3,27 triliun di kuartal I-2012. Penyebabnya adalah turunnya kinerja grup Agribisnis sebagai akibat turunnya harga CPO dan karet. Margin laba bruto turut turun 320 basis poin menjadi 27,7%," tuturnya, di Bursa Efek Indonesia Jakarta, Senin (30/4).
Kendati begitu, lanjut Anthony, perseroan masih mencatatkan pertumbuhan pendapatan. Laba bersih perseroan pun tetap tumbuh meski kenaikannya tipis.
Sesuai laporan keuangan kuartal I-2012, Indofood membukukan penjualan neto konsolidasi sebesar Rp11,83 triliun, naik 9,9% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Grup CBP terus memberikan kontribusi penjualan terbesar diikuti Bogasari, Agribisnis, dan Distribusi dengan kontribusi masing-masing sebesar 44%, 25%, 23%, dan 8% terhadap penjualan neto.
Grup CBP mencatatkan pertumbuhan total nilai penjualan sebesar 13,4% yang didorong oleh peningkatan volume penjualan di hampir seluruh divisi dalam grup. Adapun divisi yang tergabung dalam grup CBP adalah divisi mie instan, diary, penyedap makanan, makanan ringan, nutrisi, & makanan khusus.
Total penjualan grup Bogasari tumbuh sebesar 5,9% terutama disebabkan naiknya volume penjualan. Grup Distribusi juga mencatatkan peningkatan penjualan sebesar 8,1% antara lain didorong dari pertumbuhan penjualan grup CBP.
"Grup Agribisnis mencatatkan pertumbuhan total nilai penjualan sebesar 10,2%. Tapi, kenaikan itu karena didorong oleh kenaikan volume penjualan produk minyak goreng, dan lemak nabati," jelasnya.
Sementara laba bersih perseroan tetap tumbuh meski minim. Laba usaha tumbuh sebesar 0,4%, menjadi Rp1,78 trilun. Pertumbuhan tersebut karena turunnya beban operasional. "Namun margin laba usaha turun menjadi 15% dari 16,5% di periode yang sama tahun sebelumnya," paparnya.
Laba periode berjalan yang dapat didistribusikan kepada pemilik entitas induk naik 10,8% menjadi Rp815 miliar karena turunya beban pajak penghasilan dan laba periode berjalan yang dapat didistribusikan kepentingan nonpengendali sebagai akibaat turunnya laba yang dihasilkan Grup Agribisnis
Adapun margin laba bersih naik sedikit menjadi 6,9%. Core profit meningkat 10,9% menjadi 805,6 miliar dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
"Meskipun turunnya harga CPO dan karet memengaruhi kinerja Grup Agribisnis, sementara grup CBP dan Bogasari menghadapi situasi pasar yang penuh tantangan, kami terus mencatatkan pertumbuhan laba bersih. Hal ini menunjukkan ketangguhan model bisnis kami serta kemampuan kami dalam menghadapi dinamika pasar yang terus berubah," klaimnya. (WR/OL-10)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar