http://www.mediaindonesia.com/read/2012/04/28/316143/4/2/BI-Defisit-Transaksi-Berjalan-Diproyeksikan-Menipis-
BANDUNG--MICOM: Pelemahan ekspor akibat dampak krisis global dan meningkatnya impor menyebabkan defisit transaksi berjalan pada tahun 2011 semakin melebar.
Namun demikian, otoritas moneter Bank indonesia (BI) optimistis defisit neraca perdagangan akan ditutupi oleh masuknya investasi langsung (Foreign Direct Investment/FDI) dan portofolio.
Peneliti Utama Biro Riset Ekonomi Departemen Riset Ekonomi dan Kebijakan Moneter BI Juda Agung mengatakan pada tahun 2012, BI memprediksikan defisit transakasi berjalan terhadap produk domestik bruto (PDB) sebesar 0,5%.
"Lemahnya ekspor ditambah kuatnya impor yang menyebabkan transakasi berjalan sedikit defisit di kuartal IV 2011. Walaupun defisitnya masih sangat wajar, di bawah 1%. Kalau dilihat 2012 diperkirakan defisit current account 0,5% terhadap PDB," ujar Juda di sela Pelatihan Wartawan bidang Ekonomi, Moneter dan Perbankan yang diselenggarakan BI di Bandung, Sabtu (28/4).
Juda menjelaskan secara umum Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) pada akhir tahun 2011 mengalami pertumbuhan positif. Tetapi jika dibanding 2010 mengalami penurunan lantaran ekspor melemah dan impor yang tinggi.
Hal ini menyebabkan NPI 2011 mencatat surplus yang lebih kecil dibanding tahun sebelumnya. "Ini menyebabkan total overall balance neraca pembayaran berkurang dibanding 2010," tuturnya.
Meski transaski berjalan mengalami defisit, surplus NPI pada tahun 2012 ditopang oleh transaksi modal dan finansial. Juda memperkirakan derasnya aliran dana masuk capital inflow yang terdiri dari FDI dan portofolio diperkirakan akan menutup defisit transaksi berjalan.
"Peran FDI di transakasi modal dan finansial makin membesar, karena pertumbuhan FDI dari tahun ke tahun meningkat dan diproyeksikan makin tinggi di 2012," jelas Juda. (AI/OL-9)
BANDUNG--MICOM: Pelemahan ekspor akibat dampak krisis global dan meningkatnya impor menyebabkan defisit transaksi berjalan pada tahun 2011 semakin melebar.
Namun demikian, otoritas moneter Bank indonesia (BI) optimistis defisit neraca perdagangan akan ditutupi oleh masuknya investasi langsung (Foreign Direct Investment/FDI) dan portofolio.
Peneliti Utama Biro Riset Ekonomi Departemen Riset Ekonomi dan Kebijakan Moneter BI Juda Agung mengatakan pada tahun 2012, BI memprediksikan defisit transakasi berjalan terhadap produk domestik bruto (PDB) sebesar 0,5%.
"Lemahnya ekspor ditambah kuatnya impor yang menyebabkan transakasi berjalan sedikit defisit di kuartal IV 2011. Walaupun defisitnya masih sangat wajar, di bawah 1%. Kalau dilihat 2012 diperkirakan defisit current account 0,5% terhadap PDB," ujar Juda di sela Pelatihan Wartawan bidang Ekonomi, Moneter dan Perbankan yang diselenggarakan BI di Bandung, Sabtu (28/4).
Juda menjelaskan secara umum Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) pada akhir tahun 2011 mengalami pertumbuhan positif. Tetapi jika dibanding 2010 mengalami penurunan lantaran ekspor melemah dan impor yang tinggi.
Hal ini menyebabkan NPI 2011 mencatat surplus yang lebih kecil dibanding tahun sebelumnya. "Ini menyebabkan total overall balance neraca pembayaran berkurang dibanding 2010," tuturnya.
Meski transaski berjalan mengalami defisit, surplus NPI pada tahun 2012 ditopang oleh transaksi modal dan finansial. Juda memperkirakan derasnya aliran dana masuk capital inflow yang terdiri dari FDI dan portofolio diperkirakan akan menutup defisit transaksi berjalan.
"Peran FDI di transakasi modal dan finansial makin membesar, karena pertumbuhan FDI dari tahun ke tahun meningkat dan diproyeksikan makin tinggi di 2012," jelas Juda. (AI/OL-9)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar