http://investasi.kontan.co.id/news/logam-mulia-kian-kinclong
JAKARTA. Harga logam
mulia terus menunjukkan trend penguatan. Baik emas, perak, platina
hingga palladium serempak mengalami kenaikan dalam seminggu terakhir.
Dua logam termahal, emas dan platina, semakin naik pamor di mata para
pemodal.
Sebagai logam berharga yang paling populer, emas paling laris manis. Bahkan, harga emas mampu melampaui platina. Ini merupakan kali pertama, harga emas lebih mahal daripada platina, sejak Desember 2008.
Namun, harga emas segera bisa tersusul platina. Berdasarkan data World Gold Council, permintaan emas untuk perhiasan turun 3% sepanjang tahun lalu.
Selama paruh kedua di tahun lalu, permintaan emas untuk perhiasan merosot 13% menjadi 1.962,9 ton atau 63 juta troi ons. Penggunaan emas untuk perhiasan menyerap 47% dari total penjualan emas tahun lalu.
Sedangkan penggunaan platina sebagai perhiasan justru naik 1,8%, menurut hitungan ahli logam berharga, Johnson Matthey. "Setelah harga emas naik tinggi, konsumen melihat platina sebagai pilihan," ujar Matthey. Pemanfaatan platina untuk bahan baku perhiasan, yang kini tergolong kecil, terus mengalami pertumbuhan.
Platina yang digunakan sebagai perhiasan meningkat jadi 76,7 ton atau sekitar 2,5 juta troi ons. "Setiap kali emas naik dan menyentuh level psikologis terbaru, permintaan akan perhiasaan ikut terpengaruh," papar David Wilson, analis Citigroup Inc, London.
Daya tarik perhiasan berbahan platina, tengah meningkat, seperti di China. Mengingat China merupakan pembeli 68% dari seluruh pasokan platina di dunia, harga logam tersebut pun bergerak naik.
Country Manager Platina Guild International, Vaishali Banerjee, menyatakan, bahkan di India, yang merupakan pasar terbesar emas, popularitas platina juga meningkat. Penyebab platina naik pamor, apalagi, kalau bukan harga emas yang sudah terlalu tinggi. "Data ritel melaporkan permintaan platina yang kuat. Tahun 2012 bisa menjadi momen yang baik bagi platina," ujar Banerjee.
Permintaan platina
Dalam hitungan perusahaan finansial dunia, Morgan Stanley, permintaan platina selama Januari tahun ini meningkat. Mereka memperkirakan konsumsi perhiasan platina akan naik 8,9% tahun ini dan 36,7% pada 2017.
Christopher Wyke, Product Manager for Emerging Market Debt, Commodity and Currency Funds Schroders Investment Management memperkirakan kenaikan emas mungkin akan bertahan hingga 5-8 tahun ke depan, dengan potensi harga mencapai US$ 5.000.
Analis Askap Futures, Kiswoyo Adi Joe, menilai salah satu sentimen yang bisa ikut terus mendongkrak pergerakan berbagai logam mulia ini adalah rencana long term refinancing operation dari Bank Sentral Eropa. "Jika itu terjadi, akan muncul katalis yang membuat investor berpaling ke komoditas, termasuk logam mulia" ujar dia. Potensi pergerakan secara teknikal beberapa logam kami ulas sebagai berikut.
- Emas
Secara teknikal emas masih ada tren menguat. Analis Soegee Futures, Nizar Hilmy, melihat indikator Relative Strength Index (RSI) 14 hari belum dalam kondisi jenuh beli dan masih tren naik. Moving Average Convergence Divergence juga belum mencapai puncak berarti masih berpotensi naik. "Pergerakan harga selama pekan ini, berkisar US$ 1.750 US$1.812 per troi ons," ujar Nizar.
- Perak
Potensi uptrend juga terlihat untuk perak di jangka panjang. Didukung indikator bullinger band 14 hari yang masih cenderung uptrend. Namun Stochastic dan Relative Strength Index mengindikasikan perak jenuh beli, dan terancam koreksi.
"Perak sudah berada di level tertinggi, setidaknya sejak September. Wajar jika ada aksi profit taking," ujar Nizar. Ia memprediksi, selama pekan ini, harga perak akan bergerak di kisaran US$ 35 - US$ 38 per troi ons.
- Platina
Meskipun permintaan perhiasan cukup tinggi, Kiswoyo menilai, kebutuhan platina sebagai logam industri belum terlalu baik. Penyebabnya, kondisi ekonomi global yang belum pulih betul.
"Harganya bisa dibilang cenderung stabil," tutur Kiswoyo. Proyeksi Kiswoyo, harga platina cenderung sideways dari US$ 1.623 hingga US$ 1.750 per troi ons. Indikator stocahstic di atas level 92 dan menunjukkan potensi pembentukan deathcross, yang berarti harga bisa turun.
- Palladium
Kondisi palladium setali tiga uang dengan platina. "Logam mulia yang satu ini tidak menjadi pilihan utama investasi, spekulan juga sedikit, sehingga harga cenderung sideways dan berpotensi melemah," ujar Kiswoyo.
Moving Average Convergence Divergence indikasikan peluang naik. Tetapi, stochastic menunjukkan ancaman deathcross. Kiswoyo memperkirakan, pekan ini, palladium bergerak antara US$ 689 hingga US$ 743 per ons troi.
JAKARTA. Harga logam
mulia terus menunjukkan trend penguatan. Baik emas, perak, platina
hingga palladium serempak mengalami kenaikan dalam seminggu terakhir.
Dua logam termahal, emas dan platina, semakin naik pamor di mata para
pemodal.Sebagai logam berharga yang paling populer, emas paling laris manis. Bahkan, harga emas mampu melampaui platina. Ini merupakan kali pertama, harga emas lebih mahal daripada platina, sejak Desember 2008.
Namun, harga emas segera bisa tersusul platina. Berdasarkan data World Gold Council, permintaan emas untuk perhiasan turun 3% sepanjang tahun lalu.
Selama paruh kedua di tahun lalu, permintaan emas untuk perhiasan merosot 13% menjadi 1.962,9 ton atau 63 juta troi ons. Penggunaan emas untuk perhiasan menyerap 47% dari total penjualan emas tahun lalu.
Sedangkan penggunaan platina sebagai perhiasan justru naik 1,8%, menurut hitungan ahli logam berharga, Johnson Matthey. "Setelah harga emas naik tinggi, konsumen melihat platina sebagai pilihan," ujar Matthey. Pemanfaatan platina untuk bahan baku perhiasan, yang kini tergolong kecil, terus mengalami pertumbuhan.
Platina yang digunakan sebagai perhiasan meningkat jadi 76,7 ton atau sekitar 2,5 juta troi ons. "Setiap kali emas naik dan menyentuh level psikologis terbaru, permintaan akan perhiasaan ikut terpengaruh," papar David Wilson, analis Citigroup Inc, London.
Daya tarik perhiasan berbahan platina, tengah meningkat, seperti di China. Mengingat China merupakan pembeli 68% dari seluruh pasokan platina di dunia, harga logam tersebut pun bergerak naik.
Country Manager Platina Guild International, Vaishali Banerjee, menyatakan, bahkan di India, yang merupakan pasar terbesar emas, popularitas platina juga meningkat. Penyebab platina naik pamor, apalagi, kalau bukan harga emas yang sudah terlalu tinggi. "Data ritel melaporkan permintaan platina yang kuat. Tahun 2012 bisa menjadi momen yang baik bagi platina," ujar Banerjee.
Permintaan platina
Dalam hitungan perusahaan finansial dunia, Morgan Stanley, permintaan platina selama Januari tahun ini meningkat. Mereka memperkirakan konsumsi perhiasan platina akan naik 8,9% tahun ini dan 36,7% pada 2017.
Christopher Wyke, Product Manager for Emerging Market Debt, Commodity and Currency Funds Schroders Investment Management memperkirakan kenaikan emas mungkin akan bertahan hingga 5-8 tahun ke depan, dengan potensi harga mencapai US$ 5.000.
Analis Askap Futures, Kiswoyo Adi Joe, menilai salah satu sentimen yang bisa ikut terus mendongkrak pergerakan berbagai logam mulia ini adalah rencana long term refinancing operation dari Bank Sentral Eropa. "Jika itu terjadi, akan muncul katalis yang membuat investor berpaling ke komoditas, termasuk logam mulia" ujar dia. Potensi pergerakan secara teknikal beberapa logam kami ulas sebagai berikut.
- Emas
Secara teknikal emas masih ada tren menguat. Analis Soegee Futures, Nizar Hilmy, melihat indikator Relative Strength Index (RSI) 14 hari belum dalam kondisi jenuh beli dan masih tren naik. Moving Average Convergence Divergence juga belum mencapai puncak berarti masih berpotensi naik. "Pergerakan harga selama pekan ini, berkisar US$ 1.750 US$1.812 per troi ons," ujar Nizar.
- Perak
Potensi uptrend juga terlihat untuk perak di jangka panjang. Didukung indikator bullinger band 14 hari yang masih cenderung uptrend. Namun Stochastic dan Relative Strength Index mengindikasikan perak jenuh beli, dan terancam koreksi.
"Perak sudah berada di level tertinggi, setidaknya sejak September. Wajar jika ada aksi profit taking," ujar Nizar. Ia memprediksi, selama pekan ini, harga perak akan bergerak di kisaran US$ 35 - US$ 38 per troi ons.
- Platina
Meskipun permintaan perhiasan cukup tinggi, Kiswoyo menilai, kebutuhan platina sebagai logam industri belum terlalu baik. Penyebabnya, kondisi ekonomi global yang belum pulih betul.
"Harganya bisa dibilang cenderung stabil," tutur Kiswoyo. Proyeksi Kiswoyo, harga platina cenderung sideways dari US$ 1.623 hingga US$ 1.750 per troi ons. Indikator stocahstic di atas level 92 dan menunjukkan potensi pembentukan deathcross, yang berarti harga bisa turun.
- Palladium
Kondisi palladium setali tiga uang dengan platina. "Logam mulia yang satu ini tidak menjadi pilihan utama investasi, spekulan juga sedikit, sehingga harga cenderung sideways dan berpotensi melemah," ujar Kiswoyo.
Moving Average Convergence Divergence indikasikan peluang naik. Tetapi, stochastic menunjukkan ancaman deathcross. Kiswoyo memperkirakan, pekan ini, palladium bergerak antara US$ 689 hingga US$ 743 per ons troi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar