http://keuangan.kontan.co.id/news/kredit-tumbuh-pesat-bca-cetak-laba-rp-108-t/2012/03/29
JAKARTA. Laba bersih PT Bank Central Asia Tbk (BBCA)
meningkat 27,6% menjadi Rp 10,820 triliun pada tahun lalu, dibandingkan
di 2010 sejumlah Rp 8,479 triliun. Pertumbuhan ini didukung tingginya
aktivitas kredit maupun jasa penyelesaian pembayaran.
Total pendapatan bunga bersih dan pendapatan operasional lainnya tercatat naik masing-masing sebesar 18,6% menjadi Rp 24,1 triliun di 2011.
Pada akhir 2011, portofolio kredit BCA naik 31,14% menjadi Rp 202,3 triliun, dari Rp 153,9 triliun di 2010. Pertumbuhan kredit ini di atas rata-rata sektor perbankan yang tahun lalu mencapai 24,1%. Adapun dana pihak ketiga naik 16,5% menjadi Rp 323,4 triliun.
Selain itu, pemulihan cadangan berkontribusi terhadap laba bersih sebesar Rp 569 miliar. Pemulihan cadangan tersebut terutama berasal dari cadangan untuk unused loan facilities.
Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja menuturkan, iklim perekonomian Indonesia yang stabil dan kondusif pada 2011 menjadi landasan bagi kinerja positif BCA.
"Solidnya kinerja BCA didukung peningkatan aktivitas penyaluran kredit pertumbuhan berkelanjutan atas layanan transaksi dan penyelesaian pembayaran," kata Jahja, Kamis (29/3).
Total pendapatan bunga bersih dan pendapatan operasional lainnya tercatat naik masing-masing sebesar 18,6% menjadi Rp 24,1 triliun di 2011.
Pada akhir 2011, portofolio kredit BCA naik 31,14% menjadi Rp 202,3 triliun, dari Rp 153,9 triliun di 2010. Pertumbuhan kredit ini di atas rata-rata sektor perbankan yang tahun lalu mencapai 24,1%. Adapun dana pihak ketiga naik 16,5% menjadi Rp 323,4 triliun.
Selain itu, pemulihan cadangan berkontribusi terhadap laba bersih sebesar Rp 569 miliar. Pemulihan cadangan tersebut terutama berasal dari cadangan untuk unused loan facilities.
Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja menuturkan, iklim perekonomian Indonesia yang stabil dan kondusif pada 2011 menjadi landasan bagi kinerja positif BCA.
"Solidnya kinerja BCA didukung peningkatan aktivitas penyaluran kredit pertumbuhan berkelanjutan atas layanan transaksi dan penyelesaian pembayaran," kata Jahja, Kamis (29/3).

Tidak ada komentar:
Posting Komentar