Jumat, 30 Maret 2012

HUBUNGAN DAGANG: RI-Korsel bahas skema CEPA

http://www.bisnis.com/articles/hubungan-dagang-ri-korsel-bahas-skema-cepa

Large_img_5225
JAKARTA: Indonesia-Korea Selatan akan memulai pembahasan skema Comprehensive Economi Partnership Agreement (CEPA) paling cepat pertengahan tahun ini.

Terbentuknya CEPA antarkedua negara diyakini mampu meningkatkan perdagangan menjadi US$50 miliar pada 2015 dan pada 2020 bisa mencapai US$100 miliar, dari tahun lalu sebesar US$29,4 miliar.


Menteri Perdagangan Gita Wirjawan mengatakan kedua negara dapat bekerja sama di sektor petrokimia, baja, dan lainnya.

“Presiden Korsel ingin secepatnya membahas CEPA dengan Indonesia, sesegera mungkin. Tapi, kalau menurut saya paling cepat baru bisa pertengahan tahun ini,” paparnya, Kamis, 29 Maret 2012.

Sebelum memulai negosiasi CEPA, kedua negara telah melalui berbagai tahapan diantaranya pembentukan kelompok studi (joint study group), lalu konsultasi publik, dan sosialisasi hasil studi.

Hasil studi telah dikonsultasikan ke publik pada 22 Desember 2011 di Jakarta dan 29 Feberuari 2012 di Medan, ke seluruh pemangku kepentingan kedua negara.

Tahun lalu, perdagangan Indonesia-Korsel tercatat US$29,4 miliar dengan nilai ekspor US$16,4 miliar dan impor US$12,9 miliar. Nilai tersebut meningkat 44,93% dibandingkan dengan total perdagangan 2010 yakni sebesar US$20,3 miliar.

Adapun neraca perdagangan Indonesia dengan Korsel pada tahun lalu surplus US$3,4 miliar. Sejak 2007-2011, neraca perdagangan Indonesia selalu surplus dengan Korsel.(msb)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar