Sabtu, 31 Maret 2012

FOOD ESTATE: Kaltim siapkan lahan 20 juta hektar

http://www.bisnis.com/articles/food-estate-kaltim-siapkan-lahan-20-juta-hektar

Large_sawi-dg JAKARTA: Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur mencanangkan program food estate dengan menyiapkan lahan seluar 20 juta hektare

Kepala Badan Litbang Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) Syachrumsyah Asri mengatakan saat ini sudah satu juta hektar lahan yang di tanami sawit dan diintegrasikan dengan peternakan sapi.


Hal itu disampaikan Syachrumsyah Asri dalam talkshow bertajuk  Persiapan Kaltim Menuju Lumbung Energi dan Lumbung Pangan Nasional Mendukung MP3EI Sebagai Koridor III Kalimantan  di   Agrinex 2012 di Jakarta Convention Center hari ini.

Sumardjo Gatot Irianto,  Dirjen Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP)  Kementerian Pertanian RI,  mengatakan food estate dan fuel estate akan sukses jika status lahan yang digunakannya sudah clear dan clean.

Dengan status lahan yang clear dan clean, pemda tidak perlu repot mengundang investor, secara alami dana investasi akan datang dengan sendirinya. Selain itu, tenaga kerjanya tidak hanya modal dengkul saja tetapi sudah mengenyam pendidikan maka pertanian akan bangkit.

“Pengalaman saya di daerah, alih fungsi lahan pertanian menjadi pertambangan batu bara di Kalimantan sangat dahsyat. Alih fungsi sawah menjadi tambang, duit cashnya lebih besar. Alih fungsi sangat sulit diatasi. Secara operasional orientasinya sistem cash sehari, pemerintah pusat mendorong pengembangan areal baru yang diharapkan dapat mereduksi areal yang hilang,” ujarnya.

Gatot I mencatat sepanjang alih fungsi tidak bisa dikendalikan maka sampai kiamat, food estate hanya akan menjadi cita-cita saja. Maka pertanian harus berubah dari umumnya yang kotor dan jelek menjadi confident, sawah menjadi estate persawahan.

“Kita bisa dan harus menuju kesana, pertanian harus dibangun menjadi sesuatu yang elit dan membanggakan. Image dibangun baru orang mau masuk,” tandasnya.

Selaku putra daerah di Kalimantan Timur, Syachrumsyah menjamin bahwa daerahnya bisa dipercaya dan siap. “Investasi yang masuk dari Penanaman Modal Dalam Negeri, Kaltim masuk tiga terbesar di Indonesia dan untuk Penanaman Modal Asing (PMA), Kaltim masuk lima terbesar. Jadi terbukti dengan banyaknya investasi masuk berarti mudah investasi di Kaltim. Pemerintah daerah memfasilitasi dengan baik,” ujarnya.

Sementara itu, jika ada masyarakat yang berminat datang sebagai transmigran, Kaltim siap menerima asal transmigran yang dikirim tidak membawa masalah tetapi membawa skill.

“Jadi tidak hanya memindahkan warga saja. Untuk transmigrasi, ada 10 kabupaten yang siap. Kami sudah MoU dengan Pemprov Jatim dan Jateng serta DIY (terkait transmigrasi), untuk food estate dan fuel estate sehingga bisa mengembangkan pertanian di Kaltim dengan lahan yang sudah tersedia,” tambahnya. (sut)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar