Kamis, 29 Maret 2012

BISNIS PERTAMBANGAN: Tambang nikel perlu ketersediaan listrik besar

http://www.bisnis.com/articles/bisnis-pertambangan-tambang-nikel-perlu-ketersediaan-listrik-besar

Large_dsc_3985 JAKARTA: Pengusaha tambang nikel menuntut ketersediaan pasokan listrik berkapasitas besar di wilayah Indonesia timur guna mendorong percepatan pembangunan pabrik peleburan nikel.

Ketua Asosiasi Nikel Indonesia Shelby Ihsan mengungkapkan ketidaksiapan infrastruktur di lokasi pertambangan nikel seharusnya menjadi pertimbangan pemerintah untuk meninjau ulang Peraturan Menteri ESDM Nomor 7 Tahun 2012 tentang peningkatan nilai tambah mineral dan larangan ekspor raw material.


Menurut Shelby, pihaknya akan terus bersikeras menolak implementasi kebijakan larangan ekspor yang mulai berlaku Mei mendatang.
Pasalnya, industri nikel akan memeroleh dampak paling besar karena menyasar 60% pendapatan dari target ekspor dalam dua tahun ke depan. Namun, Dia menjamin tidak ada kepentingan asing dibalik penolakan Permen ESDM Nomor 7 Tahun 2012 itu.

“Tidak ada kepentingan asing. Dasar penolakan adalah tidak adanya suplai listrik sehingga kami tidak bisa membangun pabrik,” ujarnya dalam siaran pers yang diterima Bisnis , Kamis 29 Maret 2012.

Shelby menambahkan pasokan energi untuk pabrik tidak bisa dibangun dalam hitungan minggu. Pengusaha perlu menyiapkan studi kelayakan untuk fasilitas smelter dan sumber tenaga listrik yang besar yang dapat memakan waktu hingga tiga tahun.

“Bedakan antara tidak mau dan tidak bisa. Kami bukan Bandung Bondowoso yang bisa bangun candi dalam hitungan hari,” ungkapnya. (ra)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar