http://www.bisnis.com/articles/bank-ocbc-nisp-siapkan-penawaran-umum-terbatas
JAKARTA: OCBC Overseas Investments Pte. Ltd. pemegang 85,1% saham PT
Bank OCBC NISP Tbk bertindak sebagai pembeli siaga dalam penawaran umum
terbatas bank tersebut.Direktur Bank OCBC NISP Rama Pranata Kusumaputra mengungkapkan dalam aksi korporasi ini perseroan tidak menggunakan penjamin emisi.
"Kami menggunakan dasar laporan keuangan pada Desember 2011 untuk menawarkan saham. Dalam aksi korporasi ini, pemegang saham mayoritas bertindak sebagai pembeli siaga," ujarnya kepada Bisnis, Kamis, 30 Maret 2012.
Bank OCBC NISP berencana menggelar penawaran umum terbatas ke para pemegang saham dalam rangka penerbitan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) atau rights issue VI senilai Rp1,5 triliun.
Pada hari ini, 30 Maret 2012 Bank OCBC NISP telah mengajukan penyataan pendaftaran rights issue VI ke Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK). Melalui rights issue VI, perseroan menawarkan sebanyak-banyaknya 1,5 miliar saham dengan nilai nominal Rp125 setiap saham dengan harga Rp 1.000 per lembar.
Dana hasil rights Issue VI akan digunakan untuk memperkuat struktur permodalan, sehingga perseroan bisa menggelar ekspansi karena rasio kecukupan modal (capital adequacy ratio/CAR) perseroan diprediksi akan mencapai kisaran 15% pada akhir 2012.
Rights issue ini memberikan rasio 500 :107 dengan setiap pemegang saham yang memiliki 500 saham bernilai nominal Rp125 mempunyai 107 hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) untuk membeli 107 saham baru seharga Rp 1000 per lembar.
Syaratnya, nama pemegang saham tersebut harus tercatat dalam Daftar Pemegang Saham perseroan pada 1 Juni 2012 dan harga penawaran Rp1000 per saham tersebut harus dibayar pada saat pengajuan pemesanan pembelian.
Rencana rights issue ini, harus mendapat persetujuan pemegang saham melalui rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) pada 22 Mei 2012. (ra)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar