http://investasi.kontan.co.id/news/tren-harga-emas-pekan-ini-masih-menanjak
SINGAPURA. Harga kontrak emas masih menunjukkan tren
kenaikan akhir pekan ini. Dengan demikian, sudah lima minggu terakhir,
harga emas berhasil mencatatkan lonjakan.
Pada pukul 10.49 waktu Singapura, harga emas di pasar spot berada di level US$ 1.755,43 per troy ouncee atau naik 0,9% di sepanjang pekan ini. Kemarin, harga emas sempat bertengger di level US$ 1.761,18. Ini merupakan harga emas termahal sejak 2 Desember lalu.
Sedangkan harga kontrak emas untuk pengantaran April tak banyak mencatatkan kenaikan di posisi US$ 1.758,40 per troy ounce di Comex, New York. Kemarin, kontrak yang sama sempat menanjak ke posisi US$ 1.764 per troy ounce, yang merupakan level tertinggi sejak 2 Desember lalu.
Kenaikan harga emas dunia terjadi seiring data ekonomi AS yang beragam dan krisis utang Eropa yang masih berlanjut. Dua faktor tadi menyebabkan permintaan emas sebagai investasi teraman menanjak.
"Salah satu faktor yang menjadi pendorong utama harga emas pada tahun lalu adalah krisis utang Eropa. Sementara investor sudah mulai lelah dengan kondisi yang ada di sana, ketidakpastian Eropa masih terus berlangsung," papar Jinrui Futures Co, analis Hou Xinqiang.
Pada pukul 10.49 waktu Singapura, harga emas di pasar spot berada di level US$ 1.755,43 per troy ouncee atau naik 0,9% di sepanjang pekan ini. Kemarin, harga emas sempat bertengger di level US$ 1.761,18. Ini merupakan harga emas termahal sejak 2 Desember lalu.
Sedangkan harga kontrak emas untuk pengantaran April tak banyak mencatatkan kenaikan di posisi US$ 1.758,40 per troy ounce di Comex, New York. Kemarin, kontrak yang sama sempat menanjak ke posisi US$ 1.764 per troy ounce, yang merupakan level tertinggi sejak 2 Desember lalu.
Kenaikan harga emas dunia terjadi seiring data ekonomi AS yang beragam dan krisis utang Eropa yang masih berlanjut. Dua faktor tadi menyebabkan permintaan emas sebagai investasi teraman menanjak.
"Salah satu faktor yang menjadi pendorong utama harga emas pada tahun lalu adalah krisis utang Eropa. Sementara investor sudah mulai lelah dengan kondisi yang ada di sana, ketidakpastian Eropa masih terus berlangsung," papar Jinrui Futures Co, analis Hou Xinqiang.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar