Kamis, 02 Februari 2012

KOMODITAS VALAS: Rupiah pimpin penguatan mata uang Asia

http://www.bisnis.com/articles/komoditas-valas-rupiah-pimpin-penguatan-mata-uang-asia
 
Large_yen__1_
BANGKOK: Rupiah dan won Korea Selatan memimpin penguatan mata uang Asia ke level tertinggi 3 bulan, karena data manufaktur AS menambah optimisme bahwa ekonomi terbesar dunia itu akan menopang permintaan ekspor.

Penguatan mata uang sejalan Indeks MSCI Asia Pasific yang naik untuk hari ketiga setelah laporan kemarin menunjukkan manufaktur AS tumbuh pada laju tercepat sejak Juni dan indeks produksi di China dan India meningkat pada Januari.

Data bursa menunjukkan investor global melakukan beli bersih US$1,3 miliar dari pasar saham di India, Korea Selatan dan Taiwan minggu ini. Hal itu menjadikan pembelian bersih tahun ini menjadi US$9,8 miliar.

"Dengan kenaikan pada saham dan data yang baik keluar dari AS, sentimen risiko membaik," kata Hideki Hayashi, peneliti Japan Center for Economic Research di Tokyo.

"Kita mungkin akan terus melihat arus masuk dana lebih banyak ke wilayah ini untuk saat ini, sehingga mendukung mata uang Asia," tambahnya.

Data kompilasi Bloomberg dari bank-bank lokal menunjukkan nilai tukar rupiah naik 1,2% menjadi 8.883 per dolar pukul 9.29 di Jakarta.

Penguatan rupiah dalam 3 hari terakhir juga ditopang laporan kemarin yang menunjukkan inflasi berkurang untuk bulan kelima.

Sementara itu, won naik 0,7% menjadi 1.118,30, ringgit Malaysia melonjak 0,7% menjadi 3,0220 dan dolar Taiwan naik 0,6% menjadi NT$29,514.

Indeks Dolar Asia Bloomberg-JPMorgan, yang melacak pergerakan 10 mata uang di kawasan yang paling aktif tidak termasuk yen, naik untuk hari ketiga, mencapai posisi tertingginya dalam 3 bulan.

Indeks manufaktur AS naik menjadi 54,1 pada Januari dari 53,1 revisi pada Desember. Indeks manajer pembelian China  juga meningkat menjadi 50,5 bulan lalu dari 50,3 pada Desember, sedangkan HSBC Holdings Plc dan Markit Economics mengatakan indeks India naik menjadi 57,5 dari 54,2. (api)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar