Jumat, 03 Februari 2012

ICP bisa melayang ke level US$ 150 per barel

http://industri.kontan.co.id/news/icp-bisa-melayang-ke-level-us-150-per-barel JAKARTA. Faktor geopolitik di Timur Tengah yaitu ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat (AS) bisa mengerek harga minyak mentah Indonesia (ICP) jauh di atas level saat ini. Januari 2012 ini saja, ICP sudah menyentuh level US$ 115,90 per barel meningkat 4,6% dari posisi Desember 2011.
Salah satu faktor pendongkrak ICP Januari 2012 adalah ketegangan dua negara tersebut. Menurut Pengamat Perminyakan Kurtubi, apabila ketegangan itu terus berlanjut dan Iran sampai memblokir jalur distribusi minyak di Selat Hormuz, maka ICP bisa menyentuh level US$ 150 per barel hingga akhir tahun nanti. Atau jauh di atas asumsi pemerintah dalam APBN 2012 yang hanya US$ 90 per barel.

"Faktor geopolitik yang akan memberikan range itu sangat besar, harga ICP bisa naik, kalau melihat supply and demand saja dan tidak ada faktor geopolitik, maka rata-rata harga ICP tahun 2012 ini sebesar US$ 115 per barel," ujar Kurtubi kepada KONTAN, Kamis (2/2).
Menghadapi fluktuasi harga minyak seperti ini, menurut Kurtubi pemerintah harus mulai mengarahkan kebijakan energi pada pengurangan konsumsi minyak. Diganti dengan penggunaan gas. Karena itu, infrastruktur gas harus segera dibangun.
"Karena di samping harga minyak dunia berpotensi naik secara signifikan, juga produksi minyak di dalam negeri sangat rendah dan terus turun. Itu sebabnya, kebijakan BBM ke depan harus mengarah pengurangan ketergantungan pada BBM," sarannya.
Karena itu, Kurtubi juga meminta pemerintah tidak meneruskan rencana kebijakan pembatasan BBM seperti yang saat ini ramai dibicarakan. "Kebijakan pembatasan BBM yang menggiring rakyat secara massal pindah dari premium ke pertamax, itu kebijakan yang salah. Karena itu artinya pindah dari BBM ke BBM," ujarnya.
Dengan terus meningkatnya harga minyak mentah, dalam jangka pendek kata dia untuk menyelamatkan APBN, pemerintah juga disarankan untuk menaikkan harga premium.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar