Selasa, 28 Februari 2012

HATTA: Pemerintah wapadai serbuan produk impor

http://www.bisnis.com/articles/hatta-pemerintah-wapadai-serbuan-produk-impor
Large_semangka JAKARTA: Pemerintah mewaspadai agar jangan sampai dalam negeri menjadi pasar produk impor, apalagi telah dilakukannya sejumlah kemitraan strategis dengan sejumlah negara.
 
Menko Perekonomian Hatta Rajasa mengatakan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sebaliknya menginginkan pencapaian volume perdagangan bisa lebih ditingkatkan lagi hingga mencapai US$300 miliar.
 
"Kita bertekad untuk meningkatkan volume perdagangan, dan menjaga agar pasar besar di Indonesia tidak menjadi pasar impor," kata Hatta menjawab pertanyaan wartawan usai Presiden Yudhoyono memberikan  pengarahan pada 14 kepala perwakilan Indonesia untuk negara mitra strategis di Istana Bogor hari ini.
 
Adapun 14 kepala perwakilan yang diberikan arahan mereka yang bertugas di Amerika Serikat, Rusia, Brazil, Turki, Prancis, Uni Eropa, China, Korsel, India, Jepang, Australia, Afsel, Vietnam , Inggris.
 
Hatta mencontohkan pasar dalam negeri yang diserbu buah impor. Dia berpendapat buah lokal tidak kalah dibandingkan buah impor, sehingga diharapkan tidak terlalu mudah untuk memasukkan buah impor.
 
"Buah kita banyak. Buah kita tak kalah, jangan terlalu cepat untuk melakukan impor," kata Hatta.
 
Dalam arahannya, ujar Hatta, Presiden Yudhoyono menginstruksikan agar para duta besar yang menjadi ujung tombak Indonesia untuk mengetahui perkembangan di negara sahabat bisa menganalisis perubahan serta tren
ke depan.
 
Hatta mengusulkan agar segera dilakukan pertemuan rutin antara tim ekenomi dengan tim Kementerian Luar Negeri untuk membahas data dari seluruh dunia untuk diolah dan direspons. 
 
"Misalnya China ada policy begini sehingga kemungkinan dia memerlukan peningkatan pada sisi ini. Kita sudah mempersiapkan," kata Hatta.
 
Terkait dengan upaya meningkatkan volume perdagangan menjadi US$300 miliar dari capaian di 2011 sebesar US$203 miliar, Hatta mengatakan akan ada pembahasan lebih lanjut untuk membidik komoditas apa saja yang akan ditingkatkan dan negara mana saja yang akan didorong ekspornya.
 
"Presiden mengatakan sekarang volume perdagangan kita US$203miliar,  katakan kita ingin mengejar US$ 300 miliar. Bagaimana caranya, negara mana saja, komoditi apa," kata Hatta. (sut)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar