http://www.bisnis.com/articles/defisit-apbn-langkah-efisiensi-jadi-keharusan
JAKARTA : Deviasi asumsi harga minyak dan sejumlah indikator
makroekonomi membuat defisit APBN 2012 membengkak jadi 2,2% terhadap
PDB. Untuk meminimalkan dampaknya terhadap ketahan fiskal, jatah
belanja kementerian/lembaga akan dipangkas Rp22 triliun.
JAKARTA : Deviasi asumsi harga minyak dan sejumlah indikator
makroekonomi membuat defisit APBN 2012 membengkak jadi 2,2% terhadap
PDB. Untuk meminimalkan dampaknya terhadap ketahan fiskal, jatah
belanja kementerian/lembaga akan dipangkas Rp22 triliun.
Hatta Rajasa, Menteri Koordinator bidang Perekonomian,
menjelaskan berbagai perubahan asumsi makroekonomi, tertutama harga
minyak mentah Indonesia (ICP), membuat beban belanja negara meningkat.
Hal itu juga membuat defisit anggaran berpotensi melebar dari rencana
Rp124 triliun atau 1,5% terhadap PDB di APBN 2012.
“Defisit kan harus di bawah 3%. (Kami perkirakan) defisit kita tahun
ini sekitar 2,2% PDB, tapi belum termasuk defisit daerah. Kalau defisit
APBD itu sekitar 0,4% - 0,5%,” jelasnya usai menggelar rapat koordinasi
di kantornya, sore ini.
Karenanya, lanjut Hatta, sejumlah asumsi makroekonomi dan postur APBN
2012 perlu disesuaikan dengan kondisi perekonomian terkini. Untuk
meminimalkan dampak deviasi makroekonomi terhadap ketahanan fiskal,
efisiensi akan dilakukan dengan memangkas belanja kementerian/lembaga
non-prioritas.
“Kami melihat kembali belanja yang dirasakan memang masih bisa ditunda,
yang tidak prioritas dan memotong belanja perjalanan dinas,” tuturnya.
Mahendra Siregar, Wakil Menteri Keuangan II,
memastikan jumlah anggaran belanja K/L yang akan dipotong pada tahun ini
mencapai Rp22 triliun. Kebijakan tersebut dilakukan guna mengurangi
beban subsidi BBM dan menjaga kesinambungan fiskal.
“Memang harus ada ekstra (upaya). Kalau tidak (batas defisit) yang 3% akan kena (terlampaui),” ujarnya.
Menurut Mahendra, kombinasi kebijakan penyesuaian harga BBM bersubsidi
dan penghematan belanja K/L tersebut akan diarahkan untuk membiayai
kegiatan-kegiatan penguatan momentum pertumbuhan ekonomi.
“Jadi keseimbangan untuk tiga hal penting kami jaga. Pertama
sustainabilitas, kedua menyelesaikan tantangan yang berkaitan dengan
subsidi BBM, ketiga kita tetap jaga kekuatan pertumbuhan momentum
ekonomi disamping juga daya beli masyarakat.”
Hatta Rajasa menambahkan komposisi belanja modal tidak akan berubah,
bahkan alokasi anggaran belanja infrastruktur akan ditambah menggunakan
sebagian saldo anggaran lebih (SAL), yang totalnya kini sekitar Rp96
triliun. Sebagian SAL juga akan digunakan untuk menambah belanja
peralatan TNI dan Polri.
“Tapi seluruh belanja yang kami rasakan masih bisa ditunda seperti
belanja perbaikan kantor, belanja mobil, dan seterusnya kami potong.
Sehingga dalam situasi di mana kami harus melakukan adjustment terhadap
ICP yang tinggi ini ada sharing the pain bagi KL,” katanya.
Harga BBM naik Rp1.500
Pemerintah akan mengusulkan dua opsi kebijakan subsidi BBM dalam
pembahasan revisi APBN 2012, yaki menaikan harga jual eceran Rp1.500 per
liter atau mematok besaran subsidi maksimal Rp2.000 per liter.
Usulan tersebut diungkapkan Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Widjajono Partowidagdo di sela rapat koordinasi di kantor Menko Perekonomian, hari ini.
"Kami mau usulkan kenaikan (harga BBM bersubsidi) Rp1.500 per liter
sama di patok subsidinya maksimal Rp2.000 per liter. Misalnya kalau
harga (keekonomian) Rp8.200, maka harganya jadi Rp6.200. Tapi kalau
harganya sudah Rp5000 jangan di turunin lagi jadi Rp3.000,” tuturnya.
Kendati demikian, lanjutnya, kebijakan pemabatasan konsumsi BBM
bersubsidi dan konversi ke BBG tetap dilakukan. Prioritas pembatasan
diarahkan bagi pegawai negeri sipil, yakni tidak boleh menggunakan
premium.
“Dengan sendirinya kendaraan pemerintah pakai prertamax.Pejabat
pemerintah, mobil pribadi pakai pertamax, kendaraan umum pake BBG.
Transportasi umum diperbaiki jadi orang akan mengalihkan ke kendaraan
umum. Ini juga sudah pembatasan secara tidak langsung,” paparnya. (sut)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar