Minggu, 01 Januari 2012

Produksi gabah kering giling 2012 diharapkan capai 72 juta ton

http://www.bisnis.com/articles/produksi-gabah-kering-giling-2012-diharapkan-capai-72-juta-ton-1
 
 
JAKARTA: Pemerintah menargetkan produksi gabah pada tahun ini 70 juta-72 juta ton gabah kering giling (GKG) atau setara dengan 40 juta ton beras.
Large_sawah-rmt
Wakil Menteri Pertanian Rusman Heriawan mengatakan Kementerian Pertanian menargetkan produksi gabah kering giling pada tahun in sedikitnya 70 juta ton. Namun, pihaknya mengharapkan produksi gabah dapat mencapai 72,1 juta ton GKG atau setara dengan 40 juta ton beras.

"Tetap ada ruang 70 juta-72 juta ton [produksi GKG pada 2012]," ujarnya saat Konferensi Pers Perkembangan Pupuk Bersubsidi 2012, pada akhir pekan kemarin.


Target produksi itu, katanya, sebagai langkah menuju pencapaian target surplus beras 10 juta ton pada 2014.

Dia mengakui keinginan mencapai target surplus beras 10 juta ton pada 2014 tersebut bukan perkara mudah. Namun, pihaknya optimistis target itu dapat dicapai jika seluruh pihak pemangku kepentingan merespon hal itu dengan baik.

"Surplus beras 10 juta ton juga bukan [target] muluk, agar bangsa ini merasa nyaman, karena kita bisa memperkuat ketahanan pangan terutama beras. [Target surplus beras 10 juta ton] bukan sesuatu yang asal. Perlu diterjemahkan seluruh stakeholder."

Berdasarkan angka ramalan III/2011  Badan Pusat Statistik, produksi padi pada 2011 hanya sebanyak 65,39 juta ton gabah kering giling turun 1,08 juta ton atau 1,63% dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Sementara itu, Kementan juga menargetkan produksi jagung pada 2012 sebanyak 24 juta ton.

Produksi jagung pada 2011 turun 1,1 juta ton atau 5,99% menjadi 17,23 juta ton pipilan kering dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Target produksi kedelai pada 2012, katanya, 1,9 juta ton. Sementara itu, data angka ramalan BPS kuartal III/2011, produksi kedelai hanya 870.070 ton

Rusman menambahkan Kementan menargetkan produksi gula pada tahun depan 3,9 juta ton. Padahal, realisasi produksi gula petani pada 2011 hanya 2,23 juta ton.  "Produksi daging sapi 2012 sebanyak 470.000 ton. Kalau ini [target 2012] dapat dicapai, maka roadmap [peta jalan] kita dalam [surplus beras] 10 juta ton dan swasembada daging sapi on the track."

Wamentan menuturkan tahun ini menjadi tahun penting bagi pembangunan pertanian di Tanah Air. "Kita sudah mendeklarasikan 2012 adalah tahun kerja pertanian. Kita ingin jajaran Kementan bekerja keras termasuk penyaluran pupuk bersubsidi."

Menurutnya, Kementerian Pertanian akan mengevaluasi koordinasi dan konsolidasi di lapangan dan di tataran kebijakan.

Konsolidasi di level kebijakan, katanya, belum menjamin keberhasilan jika tidak ada konsolidasi di tataran kebijakan.

"Kita menyongsong 2012 sebagai tahun kerja," ujarnya.

Untuk mendukung target produksi 2012 tersebut, katanya, PT Pusri (holding) telah berkomitmen untuk bertanggung jawab terhadap penyaluran pupuk bersubsidi. Subsidi pupuk pada tahun ini Rp 16,94 triliun.

Pemerintah menaikkan harga eceran tertinggi (HET) pupuk urea bersubsidi Rp200 per kg menjadi Rp1.800 per kg dibandingkan dengan harga tahun lalu Rp1.600 per kg.

"Ada kesepakatan [kenaikan] HET, bukan semata-mata dari hasil satu pihak pemerintah saja [tetapi sudah disepakati oleh DPR dan pemerintah]. Kita sepakat untuk menaikkan harga urea dar Rp1.600 menjadi Rp1.800 per kg, dengan kesepakatan lain yaitu HET jenis pupuk lainnya dipertahankan tetap sama seperti harga pada 2011," tuturnya.

Volume urea bersubsidi pada tahun ini 5,1 juta ton, SP-36 sebanyak 1 juta ton, ZA 1 juta ton, NPK 2,6 juta ton, dan pupuk organik bersubsidi sebanyak 835.000 ton. (faa)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar