Senin, 30 Januari 2012

KRISIS EROPA: Investor asing serbu SBN

http://www.bisnis.com/articles/krisis-eropa-investor-asing-serbu-sbn

Large_bursa-atk__2_ JAKARTA : Pemerintah menilai berlarut-larutnya penyelesaian krisis utang Eropa dan perlambatan ekonomi di Amerika Serikat memicu pengalihan modal ke Tanah Air, a.l. terlihat dari meningkatnya kepemilikan surat berharga negara (SBN) oleh investor asing.
 
Direktorat Jenderal Pengelolaan Uang mencatat kepemilikan SBN oleh asing per 26 Januari mencapai Rp228,62 triliun, meningkat Rp5,76 triliun dibandingkan posisi akhir Desember 2011 yang sebesar Rp222,86 triliun. 
 
Rahmat Waluyanto, Direktur Jenderal Pengelolaan Utang, menilai peningkatan tersebut dipengaruhi oleh krisis utang kawasan Eropa dan faktor perlambatan ekonomi AS yang membuat suku bunga imbal hasil tertahan di level rendah hingga 2014. Kondisi tersebut membuat investor global berfikir ulang untuk memutar modalnya di dua wilayah tersebut dan memilih menanamkan modalnya di Indonesia yang berperingkat layak investasi. 
 
“Jadi  lebih karena krisis Eropa dan perlambatan ekonomi AS, serta predikat investment grade Indonesia,” jelasnya melalui telepon, hari ini. 
 
Untuk menjaga persepsi investor, kata Rahmat, pemerintah akan mengelola utang dengan baik. Terutama menyangkut pengelolaan utang jatuh tempo yang jumlahnya pada tahun ini mencapai Rp111 triliun, lebih tinggi dibandingkan 2011 yang sebesar 97 triliun. Utang jatuh tempo tahun ini terdiri atas pinjaman Rp47 triliun dan SBN Rp64 triliun. “Kami kan setiap tahun melalukan refinancing, jadi tidak ada masalah dengan itu (jatuh tempo utang).” 
 
Menurut Rahmat, dalam APBN 2012 sudah teralokasi anggaran untuk pembelian kembali surat utang negara yang jatuh tempo (buyback) sekitar Rp4 triliun. Namun tidak menutup kemungkinan aksi buyback dilakukan lebih besar dari itu, selama tambahan penerbitan netto tidak melebihi rencana Rp134 triliun. 
 
“Boleh buyback melebihi Rp4 triliun, dengan catatan penerbitan SBN baru tidal melebihi target netto penerbitan Rp134 triliun di APBN 2012,” terangnya. 
 
Rahmat Waluyanto meyakini aliran modal masuk ke Tanah Air akan terus meningkat pasca perbaikan peringkat  kredit Indonesia oleh Fitch Ratings dan Moody’s Investor Service. Dia meyakini Maret nanti, Standard & Poor’s akan menyusul kedua lembaga pemeringkat itu dengan melekatkan predikat layak investasi baru bagi Indonesia. (sut)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar