http://www.bisnis.com/articles/tahun-depan-7-ruas-tol-jasa-marga-siap-dibangun-senilai-rp6-3-triliunJAKARTA: PT Jasa Marga siap memulai proses konstruksi tujuh ruas tol pada 2012 dengan alokasi anggaran sebesar Rp6,3 triliun yang berasal dari belanja modal perusahaan sebesar Rp7,7 triliun.
Sementara itu, Rp1,4 triliun sisanya digunakan untuk meningkatkan
kualitas dan kapasitas jalan tol yang telah beroperasi, memodernisasi
gardu tol, dan peningkatan pelayanan.
Direktur Utama PT Jasa Marga Frans S Sunito mengatakan 2012 adalah tahun konstruksi bagi perusahaan tol pelat merah.
Pasalnya, banyak proyek-proyek Jasa Marga yang pembebasan lahannya sudah hampir selesai bahkan beberapa sudah mulai proses groundbreaking sehingga proses konstruksi dapat segera dilaksanakan.
"2012 hingga 2013 merupakan tahun konstruksi. Jasa Marga siap
melaksanakan konstruksi yang sudah dimiliki konsesinya. Untuk 2012 sudah
ada 7 ruas yang siap dikonstruksi," ucap Frans dalam konfrensi pers di
kantor Jasa Marga, Kamis 29 Desember.
Frans berharap dengan telah disahkan UU Pengadaan Tanah pada penghujung
tahun ini, dapat mempercepat proses pembebasan lahan sehingga
konstruksi seluruh ruas tol tersebut dapat segera dipacu setidaknya pada
tahun 2012 hingga 2013.
Namun, sambungnya, banyaknya proses konstruksi yang dilaksanakan tahun
ini dpaat menjadi lahan emas sekaligus tantangan tersendiri bagi
kontraktor nasional. Pasalnya, jumlah kontraktor besar yang memiliki
spesialisasi di bidang pembangunan jalan tol terbilang masih sedikit.
"Takut kekurangan kontraktor, sayang kalau kerjaan dalam negeri di
makan kontraktor asing karenanya kita dorong kontraktor lokal untuk
mengambil kesempatan ini," ucapnya.
Direktur Pengembangan Usaha PT Jasa Marga Abdul Hadi merinci tujuh ruas
tol yang proses konstruksinya siap dilaksanakan pada tahun depan ialah
Bogor Ring Road seksi 2A, JORR W2 Utara, Ungaran-Bawean,
Surabaya-Mojokerto, Gempol-Pandaan,Gempol-Pasuruan, dan ruas tol
Benoa-Ngurah Rai-Nusadua.
Sementara itu, dua dari sembilan ruas jalan tol baru yang dimiliki Jasa
Marga yakni Serpong-Kunciran dan Kunciran-Cengkareng masih dalam proses
pembebasan lahan pada 2012.
Dengan akan dimulainya proses konstruksi pada 2012 ditargetkan ruas
jalan tol tersebut dapat terbangun pada 2013 hingga 2014 dengan masa
konstruksi sekitar 8 bulan hingga 15 bulan.
Misalnya, untuk jalan tol Nusa Dua-Ngurahrai-Benoa yang proses
groundbreaking telah dilaksanakan pada 21 Desember lalu, ditargetkan
segera beroperasi sebelum Konferensi APEC pada September 2013.
JORR W2 Utara yang telah grounbreaking pada 21 Oktober, direncanakan beroperasi pada pertengahan 2013.
Untuk investasi ruas tol yang akan dilirik, berdasarkan kebijakan
strategis perusahaan jalan tol yang siap diinvestasi oleh Jasa Marga,
menurut Hadi, adalah yang tersambung dengan jalan tol yang telah mereka
miliki.
Beberapa di antaranya ialah jalan tol Medan-Tebing Tinggi-Kualanamu
senilai Rp2,6 triliun yang rencananya siap ditawarkan tahun depan. Ruas
tol ini nantinya akan terkoneksi dengan Belawan-Medan-Tanjung Morawa
(Belmera).
Selain itu, ruas tol Pandaan-Malang sepanjang 37,6 km dengan nilai
investasi Rp2,52 triliun. Ruas ini nantinya akan terkoneksi dengan ruas
yang telah dimiliki oleh Jasa Marga Gempol-Pandaan.
"Kebijakan strategis, perusahaan pasti akan ikut tender jalan tol yang
terhubung dengan ruas tol yang telah eksisting," ucapnya.
Dari ruas tol baru yang dikembangkan, pada tahun ini Jasa Marga telah
mengoperasikan dua ruas tol yakni Semarang-Ungaran sepanjang 10,8 km
yang beroperasi dengan tarif tol sejak 17 November 2011.
Dan ruas Waru-Sepanjang (2,3 km) yang juga telah dioperasikan dengan tarif tol sejak 5 September lalu. (ea)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar