Kamis, 29 Desember 2011

Tahun depan, 7 ruas tol Jasa Marga siap dibangun senilai Rp6,3 triliun

Large_tol__28_http://www.bisnis.com/articles/tahun-depan-7-ruas-tol-jasa-marga-siap-dibangun-senilai-rp6-3-triliun

JAKARTA: PT Jasa Marga siap memulai proses konstruksi tujuh ruas tol pada  2012 dengan alokasi anggaran sebesar Rp6,3 triliun yang berasal dari belanja modal perusahaan sebesar Rp7,7 triliun.
 
Sementara itu, Rp1,4 triliun sisanya digunakan untuk meningkatkan kualitas dan kapasitas jalan tol yang telah beroperasi, memodernisasi gardu tol, dan peningkatan pelayanan.
 
Direktur Utama PT Jasa Marga Frans S Sunito mengatakan 2012 adalah tahun konstruksi bagi perusahaan tol pelat merah.

 
Pasalnya, banyak proyek-proyek Jasa Marga yang pembebasan lahannya sudah hampir selesai bahkan beberapa sudah mulai proses groundbreaking sehingga proses konstruksi dapat segera dilaksanakan.
 
"2012 hingga 2013 merupakan tahun konstruksi. Jasa Marga siap melaksanakan konstruksi yang sudah dimiliki konsesinya. Untuk 2012 sudah ada 7 ruas yang siap dikonstruksi," ucap Frans dalam konfrensi pers di kantor Jasa Marga, Kamis 29 Desember.
 
Frans berharap dengan telah disahkan UU Pengadaan Tanah pada penghujung tahun ini, dapat mempercepat proses pembebasan lahan sehingga konstruksi seluruh ruas tol tersebut dapat segera dipacu setidaknya pada tahun 2012 hingga 2013.
 
Namun, sambungnya, banyaknya proses konstruksi yang dilaksanakan tahun ini dpaat menjadi lahan emas sekaligus tantangan tersendiri bagi kontraktor nasional. Pasalnya, jumlah kontraktor besar yang memiliki spesialisasi di bidang pembangunan jalan tol terbilang masih sedikit.
 
"Takut kekurangan kontraktor, sayang kalau kerjaan dalam negeri di makan kontraktor asing karenanya kita dorong kontraktor lokal untuk mengambil kesempatan ini," ucapnya.
 
Direktur Pengembangan Usaha PT Jasa Marga Abdul Hadi merinci tujuh ruas tol yang proses konstruksinya siap dilaksanakan pada tahun depan ialah Bogor Ring Road seksi 2A, JORR W2 Utara, Ungaran-Bawean, Surabaya-Mojokerto, Gempol-Pandaan,Gempol-Pasuruan, dan ruas tol Benoa-Ngurah Rai-Nusadua.
 
Sementara itu, dua dari sembilan ruas jalan tol baru yang dimiliki Jasa Marga yakni Serpong-Kunciran dan Kunciran-Cengkareng masih dalam proses pembebasan lahan pada 2012.
 
Dengan akan dimulainya proses konstruksi pada 2012 ditargetkan ruas jalan tol tersebut dapat terbangun pada 2013 hingga 2014 dengan masa konstruksi sekitar 8 bulan hingga 15 bulan.
 
Misalnya, untuk jalan tol Nusa Dua-Ngurahrai-Benoa yang proses groundbreaking telah dilaksanakan pada 21 Desember lalu, ditargetkan segera beroperasi sebelum Konferensi APEC pada September 2013.
 
JORR W2 Utara yang telah grounbreaking pada 21 Oktober, direncanakan beroperasi pada pertengahan 2013.
 
Untuk investasi ruas tol yang akan dilirik, berdasarkan kebijakan strategis perusahaan jalan tol yang siap diinvestasi oleh Jasa Marga, menurut Hadi, adalah yang tersambung dengan jalan tol yang telah mereka miliki.
 
Beberapa di antaranya ialah jalan tol Medan-Tebing Tinggi-Kualanamu senilai Rp2,6 triliun yang rencananya siap ditawarkan tahun depan. Ruas tol ini nantinya akan terkoneksi dengan Belawan-Medan-Tanjung Morawa (Belmera).
 
Selain itu, ruas tol Pandaan-Malang sepanjang 37,6 km dengan nilai investasi Rp2,52 triliun. Ruas ini nantinya akan terkoneksi dengan ruas yang telah dimiliki oleh Jasa Marga Gempol-Pandaan.
 
"Kebijakan strategis, perusahaan pasti akan ikut tender jalan tol yang terhubung dengan ruas tol yang telah eksisting," ucapnya.
 
Dari ruas tol baru yang dikembangkan, pada tahun ini Jasa Marga telah mengoperasikan dua ruas tol yakni Semarang-Ungaran sepanjang 10,8 km yang beroperasi dengan tarif tol sejak 17 November 2011.
 
Dan ruas Waru-Sepanjang (2,3 km) yang juga telah dioperasikan dengan tarif tol sejak 5 September lalu. (ea)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar