Jumat, 23 Desember 2011

Sistem evaluasi APBN harus diperbaiki

http://www.bisnis.com/articles/sistem-evaluasi-apbn-harus-diperbaiki

Large_jicaJAKARTA: Japan International Cooperation Agency (JICA) meminta pemerintah Indonesia memperbaiki sistem evaluasi APBN yang dinilai masih lemah.


Hidekazu Tanaka, Team Leader Budget Allocation JICA Technical Cooperation Project, menuturkan
penyerapan anggaran belanja pemerintah Indonesia cenderung tidak berguna.

"Hal itu juga terjadi di Jepang dan mungkin di beberapa negara lain," ujar Tanaka kepada Bisnis usai seminar Praktik Perencanaan dan Penganggaran Berbasis Kinerja, hari ini.

Dia mengungkapkan JICA berupaya memberikan asistensi untuk mendorong pengalokasian dan penggunaan anggaran pemerintah yang lebih tepat guna dan bagaimana menyusun sistem evaluasinya.

Melihat kondisi ekonomi global yang sedang dilingkupi ketidakpastian, lanjut Tanaka, diperlukan suatu sistem evaluasi anggaran agar terjadi disiplin fiskal.

Kondisi fiskal yang baik, menurutnya, tidak hanya diukur dari peningkatan jumlah anggaran, tapi juga reduksi program yang tidak efisien.

"APBN Indonesia tumbuh 3 kali lipat sejak 2005. Sekarang waktunya untuk melihat dengan lebih kritis bagaimana penggunaan dan evaluasinya," katanya.

Pakar bisnis dan akutansi Kwansei Gakui University Jepang Katsuhiro Inazawa memaparkan strategi reformasi anggaran yang dapat dijadikan acuan dan pembelajaran bagi Indonesia.

Pertama, menerapkan disiplin fiskal secara menyeluruh yakni dalam bentuk penyusunan rencana pembangunan jangka menengah dan menerapkan insentif anggaran.

Kedua, menerapkan strategi pengalokasian dana dengan efisien dengan membentuk otoritas pusat untuk isu prioritas dan menyusun rencana anggaran dengan komprehensif. (tw)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar