http://investasi.kontan.co.id/v2/read/1325237704/86430/Sebagian-bursa-Asia-amblas-hingga-20-dalam-tahun-ini-
JAKARTA. Selama satu tahun ini atau hitungan year to date
(ytd) sebagian besar bursa di kawasan Asia amblas cukup dalam. Beberapa
bursa tercatat minus hingga 20%. Meskipun begitu, bursa juga sedikit
memberikan hadiah manis di akhir tahun karena berhasil ditutup pada zona
positif dalam transaksi harian.
Bursa saham Jepang, Nikkei 225 hari ini ditutup naik 56,46 poin atau 0,675 ke level 8.455,35. Tapi, secara tahunan, Nikkei tergerus hingga 17,34%.
Nasib Hang Seng tak jauh berbeda. Meski hari ini ditutup 36,47 poin atau 0,2% lebih tinggi ke 18.434,39, secara ytd bursa Hong Kong ini terbenam 19,97%.
Performa terburuk dialami oleh Shanghai composite index. Meski hari ini berhasil maju 25,86 poin atau 1,19% ke 2.199,42, Hang Seng babak belur hingga minus 21,68% dalam satu tahun.
Kemudian bursa Korea yang hari ini tutup karena liburan nasional, kemarin mencatat kenaikan 0,62 poin atau 0,03 ke 1.825,74. Dalam hitungan tahunan, Kospi terjerembap 10,98%.
Hanya sedikit yang menamatkan transaksi tahun ini di jalur hijau. Di antaranya adalah Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang berhasil naik 3,2% di 3.821,99 dan Bursa Malaysia yang maju 0,78% di 1.530,73.
"Beberapa hari terakhir investor mulai merasa bahwa ekonomi Amerika semakin kuat," ulas Toshiyuki Kanayama, analis Monex Inc di Tokyo.
Semua mata masih tertuju pada penyelesaian krisis Eropa. Meski berulang kali petinggi-petinggi Eropa melakukan pertemuan, tak ada hasil signifikan yang diperoleh. Ekonomi Asia lambat laun berputar secara pelan. Permintaan barang-barang ekspor berkurang drastis dari Amerika dan Eropa sebagai pasar terbesar. Walhasil, bursa saham tak bisa mengelak dari kondisi ini. Awal semester II 2011, kecemasan dan kepanikan melanda pasar global.
Aksi jual membuat indeks babak belur. Triliunan dana hengkang dari pasar saham. “Bursa akan kembali rebound jika permasalahan Eropa mulai membaik,” jelas Kanayama pada Bloomberg.
MSCI Asia Pacific Index naik 0,2% menjadi 113,02 pada 11:23 di Tokyo. Indeks melaju setelah pada bulan ini telah kehilangan kekuatan 0,5% dan 18% secara tahunan.
Selama tahun ini, dana yang hilang dari bursa Asia pasifik mencapai US$ 1,78 triliun. Merupakan penurunan terbesar yang pernah dicapai.
JAKARTA. Selama satu tahun ini atau hitungan year to date
(ytd) sebagian besar bursa di kawasan Asia amblas cukup dalam. Beberapa
bursa tercatat minus hingga 20%. Meskipun begitu, bursa juga sedikit
memberikan hadiah manis di akhir tahun karena berhasil ditutup pada zona
positif dalam transaksi harian.Bursa saham Jepang, Nikkei 225 hari ini ditutup naik 56,46 poin atau 0,675 ke level 8.455,35. Tapi, secara tahunan, Nikkei tergerus hingga 17,34%.
Nasib Hang Seng tak jauh berbeda. Meski hari ini ditutup 36,47 poin atau 0,2% lebih tinggi ke 18.434,39, secara ytd bursa Hong Kong ini terbenam 19,97%.
Performa terburuk dialami oleh Shanghai composite index. Meski hari ini berhasil maju 25,86 poin atau 1,19% ke 2.199,42, Hang Seng babak belur hingga minus 21,68% dalam satu tahun.
Kemudian bursa Korea yang hari ini tutup karena liburan nasional, kemarin mencatat kenaikan 0,62 poin atau 0,03 ke 1.825,74. Dalam hitungan tahunan, Kospi terjerembap 10,98%.
Hanya sedikit yang menamatkan transaksi tahun ini di jalur hijau. Di antaranya adalah Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang berhasil naik 3,2% di 3.821,99 dan Bursa Malaysia yang maju 0,78% di 1.530,73.
"Beberapa hari terakhir investor mulai merasa bahwa ekonomi Amerika semakin kuat," ulas Toshiyuki Kanayama, analis Monex Inc di Tokyo.
Semua mata masih tertuju pada penyelesaian krisis Eropa. Meski berulang kali petinggi-petinggi Eropa melakukan pertemuan, tak ada hasil signifikan yang diperoleh. Ekonomi Asia lambat laun berputar secara pelan. Permintaan barang-barang ekspor berkurang drastis dari Amerika dan Eropa sebagai pasar terbesar. Walhasil, bursa saham tak bisa mengelak dari kondisi ini. Awal semester II 2011, kecemasan dan kepanikan melanda pasar global.
Aksi jual membuat indeks babak belur. Triliunan dana hengkang dari pasar saham. “Bursa akan kembali rebound jika permasalahan Eropa mulai membaik,” jelas Kanayama pada Bloomberg.
MSCI Asia Pacific Index naik 0,2% menjadi 113,02 pada 11:23 di Tokyo. Indeks melaju setelah pada bulan ini telah kehilangan kekuatan 0,5% dan 18% secara tahunan.
Selama tahun ini, dana yang hilang dari bursa Asia pasifik mencapai US$ 1,78 triliun. Merupakan penurunan terbesar yang pernah dicapai.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar