Sabtu, 31 Desember 2011

REVIEW BURSA 2011: Indonesia cuma kalah dari Filipina

http://www.bisnis.com/articles/review-bursa-2011-indonesia-cuma-kalah-dari-filipina


Large_img_9064 JAKARTA: Indeks harga saham gabungan mencatat gain sebesar 3,2% sepanjang tahun ini dan menjadi pencetak gain terbesar kedua di antara indeks lain di Asia Pasifik.
 
Indonesia hanya dikalahkan oleh Filipina yang menguat 4,07% ke level 4.371,96 pada perdagangan terakhir, 29 Desember 2011. Sementara itu, indeks Asia lain, seperti Jepang, Singapura, dan Hong Kong justru mencatatkan loss sepanjang tahun ini.
 
Menteri Keuangan Agus D.W. Martowardojo mengatakan performa indeks tersebut merupakan prestasi bagi pasar modal Indonesia. Menurut dia, dengan kondisi ekonomi yang terus membaik, pasar modal dalam negeri semakin menarik bagi investor asing.
 
“Dibanding bursa lain di dunia, kita menempati peringkat sembilan atau delapan. Amerika Serikat dan Filipina memang masih lebih baik dari kita, tetapi prestasi ini betul-betul harus kita syukuri,” paparnya dalam upacara penutupan Bursa Efek Indonesia hari ini, Jumat, 30 Desember 2011.
 
Agus menuturkan saat ini Indonesia merupakan salah satu negara berkembang yang memiliki pertumbuhan ekonomi paling baik. Dengan krisis Eropa yang terjadi, tuturnya pertumbuhan ekonomi Indonesia akan berkontribusi besar terhadap ekonomi global.
 
Direktur Utama Bursa Efek Indonesia Ito Warsito mengungkapkan pencapaian IHSG tersebut tak lepas dari kondisi ekonomi makro Indonesia yang stabil selama tahun ini. Investor, tuturnya masih melihat pasar Indonesia sebagai pasar yang potensial sebagai tujuan investasi.
 
Apa lagi, tuturnya Indonesia baru saja mendapatkan peringkat layak investasi (investment grade) menjadi BBB- dari lembaga pemeringkat internasional Fitch Ratings pada Desember lalu.
 
“Dengan level investment grade, prospek pasar modal kita akan semakin baik pada tahun depan, karena diperkirakan Moody’s dan S&P juga akan segera menyusul memberikan investment grade untuk Indonesia,” ungkapnya.
 
Sepanjang tahun lalu, indeks mencetak gain hingga 46,13%. Pada tahun ini, laju IHSG cukup terhambat dengan adanya krisis utang Eropa. Indeks bahkan sempat mencetak pelemahan terbesar mencapai 8% pada September 2011.
 
Nilai kapitalisasi pasar BEI meningkat sekitar 9% pada tahun ini menjadi RP3.537 triliun dengan jumlah emiten baru yang melantai di bursa sebanyak 25 perusahaan. Adapun, nilai emisi dari 25 emiten itu sebesar Rp19,59 triliun. (LN)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar