http://www.bisnis.com/articles/review-bursa-2011-indonesia-cuma-kalah-dari-filipina
JAKARTA: Indeks harga saham gabungan mencatat gain sebesar 3,2%
sepanjang tahun ini dan menjadi pencetak gain terbesar kedua di antara
indeks lain di Asia Pasifik.
Indonesia hanya dikalahkan oleh Filipina yang menguat 4,07% ke level
4.371,96 pada perdagangan terakhir, 29 Desember 2011. Sementara itu,
indeks Asia lain, seperti Jepang, Singapura, dan Hong Kong justru
mencatatkan loss sepanjang tahun ini.
Menteri Keuangan Agus D.W. Martowardojo mengatakan performa indeks
tersebut merupakan prestasi bagi pasar modal Indonesia. Menurut dia,
dengan kondisi ekonomi yang terus membaik, pasar modal dalam negeri
semakin menarik bagi investor asing.
“Dibanding bursa lain di dunia, kita menempati peringkat sembilan atau
delapan. Amerika Serikat dan Filipina memang masih lebih baik dari kita,
tetapi prestasi ini betul-betul harus kita syukuri,” paparnya dalam
upacara penutupan Bursa Efek Indonesia hari ini, Jumat, 30 Desember
2011.
Agus menuturkan saat ini Indonesia merupakan salah satu negara
berkembang yang memiliki pertumbuhan ekonomi paling baik. Dengan krisis
Eropa yang terjadi, tuturnya pertumbuhan ekonomi Indonesia akan
berkontribusi besar terhadap ekonomi global.
Direktur Utama Bursa Efek Indonesia Ito Warsito mengungkapkan
pencapaian IHSG tersebut tak lepas dari kondisi ekonomi makro Indonesia
yang stabil selama tahun ini. Investor, tuturnya masih melihat pasar
Indonesia sebagai pasar yang potensial sebagai tujuan investasi.
Apa lagi, tuturnya Indonesia baru saja mendapatkan peringkat layak
investasi (investment grade) menjadi BBB- dari lembaga pemeringkat
internasional Fitch Ratings pada Desember lalu.
“Dengan level investment grade, prospek pasar modal kita akan semakin
baik pada tahun depan, karena diperkirakan Moody’s dan S&P juga akan
segera menyusul memberikan investment grade untuk Indonesia,”
ungkapnya.
Sepanjang tahun lalu, indeks mencetak gain hingga 46,13%. Pada tahun
ini, laju IHSG cukup terhambat dengan adanya krisis utang Eropa. Indeks
bahkan sempat mencetak pelemahan terbesar mencapai 8% pada September
2011.
Nilai kapitalisasi pasar BEI meningkat sekitar 9% pada tahun ini
menjadi RP3.537 triliun dengan jumlah emiten baru yang melantai di bursa
sebanyak 25 perusahaan. Adapun, nilai emisi dari 25 emiten itu sebesar
Rp19,59 triliun. (LN)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar